REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Banjir menerjang sejumlah desa dan kelurahan di delapan kecamatan di Kabupaten Jember setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (12/2/2026) sore.

Luapan Sungai Dinoyo dan Sungai Bedadung menyebabkan ribuan rumah di 12 desa terendam dengan ketinggian air dilaporkan mencapai 1 hingga 1,5 meter di sejumlah titik.

Selain merendam permukiman, banjir juga memutus akses jalan antar kecamatan. Sejumlah kendaraan dilaporkan mogok dan terjebak setelah memaksa menerobos genangan.

Debit air yang masih tinggi membuat ratusan warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sementara sebagian lainnya bertahan di rumah untuk menjaga barang berharga.

Salah satu warga terdampak, Siti Aminah, mengaku membutuhkan bantuan logistik karena tempat usahanya ikut terendam.

“Yang paling dibutuhkan saat ini makanan. Toko saya hancur, tidak bisa berjualan. Beras dan barang dagangan semuanya jatuh dan rusak,” ujarnya.

Petugas gabungan terus melakukan penyisiran dan evakuasi menggunakan perahu karet. Anggota TRC BPBD Jember, Kurnia Dwi Pria, mengatakan ketinggian air di beberapa wilayah cukup signifikan.

“Untuk wilayah yang terdampak luapan dari Rambipuji hingga Panti, ketinggian air di beberapa titik mencapai sekitar satu meter. Di Nogosari dan arah Gugut hingga tembusan Rambipuji juga cukup besar. Banyak kendaraan mogok karena dalamnya genangan,” katanya.

Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, sebanyak 3.449 kepala keluarga di 12 desa dan kelurahan terdampak banjir.

Selain itu, satu orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat listrik saat membersihkan material sisa banjir di rumahnya.

Hingga Jumat siang, petugas BPBD bersama PMI Jember masih melakukan evakuasi, terutama terhadap kelompok rentan seperti lansia dan balita, sambil menunggu debit air berangsur surut.

Reporter: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *