REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) tengah menyiapkan aplikasi khusus untuk memantau proses tender proyek di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sistem ini dirancang untuk mempercepat proses lelang, meningkatkan transparansi, serta mencegah penumpukan pekerjaan pada akhir tahun anggaran.
Aplikasi monitoring tender tersebut dijadwalkan mulai digunakan sebelum pelaksanaan APBD 2026. Nantinya, seluruh tahapan pengadaan mulai dari perencanaan, evaluasi, penetapan pemenang, hingga progres pelaksanaan proyek dapat dipantau secara real time.
Berbeda dengan sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), aplikasi baru ini akan menampilkan data teknis yang lebih detail. Di dalamnya tercantum rekam SKP konstruksi, kualifikasi personel, hingga spesifikasi peralatan penyedia jasa. Fitur ini dinilai mampu membantu UKPBJ menilai kompetensi perusahaan secara lebih objektif dan komprehensif.
Kepala UKPBJ Jember, Prima Kusuma Dewi, mengatakan aplikasi monitoring tersebut juga menjadi strategi percepatan tender dini agar proyek tidak menumpuk pada akhir tahun anggaran. Selain itu, sistem baru ini memungkinkan proses pengadaan berjalan tanpa menunggu laporan manual dari OPD.
“Tender dini sudah bisa dimasukkan sejak Desember. Prosesnya dilakukan sebelum DPA disahkan, namun pelaksanaan tetap berjalan setelah DPA berlaku. Dengan begitu program bisa dimulai lebih cepat, dan melalui aplikasi ini monitoring serta evaluasinya dapat berjalan bersamaan,” jelas Prima.
Ia menambahkan bahwa aplikasi tersebut diharapkan menjadi penghubung koordinasi antara UKPBJ dan OPD, sehingga berbagai kendala dalam proses tender dapat terdeteksi lebih awal dan segera ditangani.
Dengan sistem pengawasan digital ini, pemerintah daerah optimis percepatan eksekusi proyek dapat tercapai serta meminimalkan keterlambatan pekerjaan di tahun anggaran berikutnya.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
