REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Banjir luapan Sungai Bedadung menyebabkan jembatan gantung Darus di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Jember, putus dan tidak dapat dilalui. Akibatnya, akses penghubung antara RW 08 dan RW 09 Dusun Darungan lumpuh total, sehingga aktivitas warga terganggu.
Kerusakan terjadi setelah pilar penyangga bagian selatan jembatan roboh akibat derasnya arus banjir yang terjadi pada Senin malam lalu. Memasuki hari ketiga pascakejadian, tim gabungan TNI, Polri, Satpol PP, bersama warga setempat berjibaku membersihkan material banjir yang menumpuk di bawah jembatan.
Kapolsek Sukorambi, AKP Sudarsono, mengatakan pembersihan difokuskan pada tumpukan sampah rumah tangga dan hanyutan bambu yang menyangkut di tiang penyangga jembatan.
“Pada pagi hari ini kita melihat tumpukan sampah di bawah jembatan masih cukup banyak. Hari ini kami upayakan diselesaikan agar jika hujan dan arus kembali meningkat tidak lagi mengenai bagian bawah jembatan. Personel gabungan yang diterjunkan sekitar 25 sampai 30 orang, dengan material yang dibersihkan didominasi sampah rumah tangga dan hanyutan bambu,” jelas AKP Sudarsono.
Putusnya jembatan gantung ini berdampak langsung pada aktivitas warga. Untuk menuju ke wilayah RW sebelah, warga terpaksa memutar dengan jarak tempuh sekitar lima hingga enam kilometer.
Salah seorang warga, Agus Siswanto, mengungkapkan bahwa jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga, terutama untuk pendidikan dan perekonomian.
“Warga kesulitan, terutama anak-anak sekolah dan warga yang mencari rezeki. Ini satu-satunya akses untuk menyambung perekonomian dan pendidikan. Harapan kami kepada pemerintah, jembatan ini segera diperbaiki dan dibangun permanen, karena akses lain harus memutar sekitar lima sampai enam kilometer,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Jubung, Bhisma Perdana. Ia menegaskan bahwa jembatan gantung Darus memiliki peran penting bagi mobilitas warga desa.
“Jembatan ini sangat vital. Tidak bisa digunakannya jembatan tentu berdampak besar, terutama bagi warga yang bekerja dan anak-anak sekolah. Kami berharap ada perhatian dan penanganan segera dari pemerintah, baik kabupaten, provinsi, hingga pusat, karena jembatan ini sangat penting bagi seluruh komponen masyarakat,” kata Bhisma.
Ia berharap ke depan jembatan Darus tidak hanya diperbaiki sementara, namun dapat ditingkatkan menjadi jembatan permanen demi keselamatan dan kenyamanan warga. Pihak desa juga menunggu langkah lanjutan dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Jember untuk melakukan asesmen dan percepatan perbaikan.
Reporter: Suyono
