REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Tim Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember melakukan normalisasi sumur milik warga yang terdampak banjir. Kegiatan ini dilakukan di sejumlah titik di Lingkungan Wetan Kantor, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Kamis (18/12/2025).
Normalisasi dilakukan sebagai upaya memulihkan sumber air bersih warga yang tercemar akibat banjir yang melanda wilayah tersebut pada Senin lalu. Sedikitnya 35 rumah warga terdampak banjir, yang menyebabkan air sumur menjadi keruh dan tidak layak digunakan.
Dalam proses normalisasi, tim WASH PMI Jember dibantu sejumlah relawan menguras air sumur menggunakan mesin pompa berkapasitas besar. Setelah itu, dinding sumur dibersihkan dan diberikan cairan disinfektan guna memastikan kualitas air kembali aman digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan konsumsi.
Kepala Markas PMI Jember, Imam Muslim Al-Hariri, mengatakan bahwa normalisasi sumur menjadi kebutuhan mendesak karena banyak sumur warga terendam air banjir.
“Sumurnya tenggelam sehingga airnya keruh. Setelah kami cek bersama teman-teman di lapangan, memang butuh dinormalisasi. Alhamdulillah, kemarin sudah kami normalisasikan 11 titik sumur, hari ini kami lakukan lagi di Jember Lor. Jadi total sampai hari ini ada 13 sumur yang sudah dinormalisasi,” ujar Imam Muslim Al-Hariri.
Ia menambahkan, selain normalisasi sumur, PMI Jember juga melakukan pembersihan lumpur di rumah warga terdampak banjir di wilayah lain.
“Untuk rumah di Kelurahan Kepatihan, ada 12 rumah yang kami bersihkan dari lumpur,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua RT setempat, Misnari, menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan PMI Jember. Ia menyebut warga sempat mengeluhkan kondisi air sumur yang keruh dan menimbulkan rasa gatal saat digunakan.
“Karena sangat terdampak, sumur kemasukan air kotor. Jadi mau dipakai tidak enak, bahkan bisa bikin gatal. Warga melapor ke ketua RT untuk dilakukan penyedotan air,” kata Misnari.
Menurutnya, selama kondisi air belum layak, kebutuhan air minum warga sementara dibantu dengan air mineral. Namun, untuk keperluan mencuci dan aktivitas lainnya masih terbatas.
“Untuk minum kami bantu dengan air mineral, tapi untuk mencuci dan keperluan lain belum bisa. Ada sekitar 35 rumah yang terdampak banjir,” pungkasnya.
PMI Jember memastikan akan terus melakukan normalisasi sumur di sejumlah titik lainnya guna mengantisipasi krisis air bersih pasca banjir dan membantu pemulihan kondisi warga terdampak.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
