REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait menyoroti adanya tunggakan honor kader Posyandu yang belum terbayarkan sejak tahun anggaran 2024. Pemerintah Kabupaten Jember saat ini tengah mempelajari penyebab terjadinya tunggakan tersebut sebelum mengambil langkah penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku.
Persoalan ini mencuat saat Bupati yang akrab disapa Gus Fawait menghadiri agenda Gus’e Menyapa di Kecamatan Jelbuk, Sabtu (28/12/2025). Dalam kegiatan tersebut, salah satu kader Posyandu menyampaikan langsung keluhan karena belum menerima honor sebesar Rp300 ribu per bulan untuk periode November dan Desember 2024.
Menanggapi hal itu, Gus Fawait menyatakan bahwa tunggakan honor tersebut merupakan tanggungan dari masa pemerintahan sebelumnya. Saat ini, Pemkab Jember masih menelusuri penyebab belum tersalurkannya honor tersebut serta menunggu arahan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Yang tahun 2024 ini memang masih ada tanggungan di bulan November dan Desember. Ini sedang kami pelajari, sebenarnya ada apa kok sebelum saya dilantik sebagai bupati masih ada honor kader yang tidak tersalurkan,” kata Gus Fawait.
Meski demikian, Gus Fawait memastikan bahwa pembayaran honor kader Posyandu untuk tahun anggaran 2025 telah diselesaikan sepenuhnya. Ia menegaskan komitmennya agar kejadian serupa tidak kembali terjadi pada tahun-tahun berikutnya.
“Untuk tahun 2025 alhamdulillah sudah tuntas semuanya. Komitmen saya dengan kepala OPD, tidak boleh lagi ada honor Posyandu atau yang sejenisnya tidak terbayarkan di tahun-tahun berikutnya. Semuanya harus terencana dengan baik,” tegasnya.
Selain menjamin ketertiban penyaluran honor, Gus Fawait juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar melakukan perencanaan anggaran secara lebih presisi. Menurutnya, kader Posyandu merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat yang memiliki peran vital di tingkat desa dan kelurahan.
Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk memperbaiki tata kelola anggaran agar penyaluran honor kader Posyandu ke depan dapat berjalan lebih tertib, tepat waktu, dan berkelanjutan.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
