REDAKSIFTV.COM, Jember – Kebijakan integrasi satu pintu masuk Pantai Papuma dan Watu Ulo mulai menunjukkan hasil positif. Dalam tiga hari pertama penerapan, jumlah kunjungan wisatawan ke dua destinasi unggulan Jember tersebut tembus lebih dari 20 ribu orang.

Pemerintah Kabupaten Jember resmi memberlakukan tiket terintegrasi Papuma–Watu Ulo sejak 2 Januari 2026. Dengan kebijakan ini, wisatawan cukup membayar satu tiket sebesar Rp12.500 untuk mengakses dua destinasi sekaligus.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut kebijakan integrasi tiket merupakan hasil ikhtiar panjang Pemkab Jember bersama Perhutani yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.

Dampak kebijakan tersebut langsung terlihat. Berdasarkan data Pemkab Jember, selama periode 2 hingga 4 Januari 2026, jumlah kunjungan wisatawan ke Papuma dan Watu Ulo mencapai 20.294 orang, menjadi salah satu capaian tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan kedua destinasi wisata tersebut.

“Dari tanggal 2 sampai tanggal 4 pemberlakuan satu pintu terintegrasi antara Papuma dan Watu Ulo dengan harga yang sangat terjangkau, wisatawan di dua tempat ini mencapai salah satu yang tertinggi dalam sejarah, yaitu 20.294 orang,” ujar Fawait.

Ia menambahkan, pelaksanaan kebijakan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) hingga unsur masyarakat.

“Banyak OPD yang terlibat, mulai dari Kepala Dinas Pariwisata dan jajarannya, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, serta OPD lainnya termasuk sektor kesehatan, rumah sakit, dan puskesmas,” jelasnya.

Menurut Fawait, integrasi tiket tidak hanya bertujuan meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi masyarakat di kawasan pesisir. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan.

Evaluasi akan terus dilakukan bersama Perhutani untuk menyempurnakan pengelolaan destinasi ke depan. Keberhasilan integrasi Papuma–Watu Ulo diharapkan dapat menjadi model pengembangan destinasi wisata lain di Kabupaten Jember, guna meningkatkan kunjungan wisata, pendapatan daerah, serta kesejahteraan masyarakat.

Reporter: Anas H
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *