REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Sebuah insiden penyerangan terhadap dua orang pengunjung di sebuah Toko Madura di Kabupaten Jember viral di media sosial. Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan kini tengah dalam penanganan Polres Jember.
Insiden itu terjadi di sebuah Toko Madura yang berada di Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Jember, pada Sabtu malam. Dalam rekaman CCTV, terlihat sekelompok pemuda berkonvoi menggunakan sepeda motor mendatangi toko dan terlibat keributan dengan dua orang pengunjung.
Para pelaku tampak mengenakan pakaian serba hitam, helm, serta penutup kepala. Aksi mereka berlangsung cepat dan membuat situasi di dalam toko sempat mencekam.
Penjaga toko, Aditya, mengaku tidak mengetahui pasti penyebab penyerangan tersebut. Ia mengatakan kejadian terjadi sesaat setelah korban tiba di lokasi.
“Yang datang itu banyak, puluhan orang. Yang diserang satu laki-laki dan satu perempuan. Baru datang, baru menurunkan standar sepeda, langsung diserang. Semuanya naik motor,” ujar Aditya, penjaga Toko Madura.
Menurut Aditya, korban perempuan justru mengalami pemukulan karena korban laki-laki masih mengenakan helm saat kejadian.
“Yang perempuan malah yang kena pukul, karena yang laki-laki masih posisi pakai helm,” tambahnya.
Sementara itu, Kasat Samapta Polres Jember, AKP Heru Siswanto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Awalnya ada dua pembeli di toko tersebut, kemudian sekelompok pemuda datang dan langsung masuk ke toko. Di situ terjadi pengeroyokan, namun alhamdulillah kami bersama anggota bisa mengurai sehingga tidak sampai menimbulkan korban,” jelas AKP Heru.
AKP Heru menambahkan, hingga saat ini belum ada penahanan terhadap terduga pelaku karena proses masih dalam tahap penyelidikan.
“Pada saat itu kami tidak langsung melakukan pengamanan, karena situasinya spontan. Para pemuda tersebut langsung kami kawal kembali. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” katanya.
Polres Jember mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial, serta menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian.
Reporter: Suyono
