REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Suasana belajar mengajar di SMK Negeri 4 Jember mendadak berubah menjadi kepanikan setelah sekolah tersebut diguncang simulasi gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5, Rabu (28/1/2026) siang. Ratusan siswa tampak panik menyelamatkan diri dengan berlindung di bawah meja hingga berlarian menuju titik kumpul yang aman.

Dalam simulasi tersebut, sejumlah siswa terlihat mengikuti prosedur keselamatan dengan melindungi kepala dan tubuh dari potensi reruntuhan. Beberapa siswa juga dilaporkan mengalami luka akibat tertimpa material bangunan dalam skenario bencana yang telah disiapkan.

Para “korban” simulasi langsung dievakuasi dan mendapatkan penanganan pertama dari petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember yang berada di lokasi. Sementara siswa dengan kondisi luka berat dievakuasi menggunakan ambulans menuju rumah sakit terdekat.

Ketua PMR SMKN 4 Jember, Raisyah Putri Rizki Alifah, mengatakan simulasi ini memberikan pemahaman penting bagi pelajar dalam menghadapi situasi darurat bencana.

“Simulasi ini mengajarkan kami untuk lebih waspada saat menghadapi gempa bumi dan bencana lainnya, termasuk apa saja yang harus dihindari. Kami belajar menghindari bangunan retak, kaca, dan struktur lain yang bisa melukai diri sendiri maupun teman-teman,” ujarnya.

Menurut Raisyah, dalam simulasi tersebut para siswa juga dilatih melakukan penanganan awal terhadap korban dengan berbagai kondisi, seperti patah tulang, lecet, hingga pendarahan.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 4 Jember, Septian Helmi Nugroho, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan simulasi yang digelar bekerja sama dengan PMI.

“Kami sangat berterima kasih kepada PMI. Pendidikan keselamatan bencana sebenarnya sudah diatur dalam Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019 tentang keselamatan sekolah. Melalui kerja sama dengan PMI dan Japanese Red Cross Society (JRCS), siswa mendapatkan materi kesiapsiagaan bencana, mitigasi, hingga pengembangan peta dan rambu jalur evakuasi,” jelasnya.

Septian berharap pengetahuan yang diperoleh siswa tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat disampaikan kepada keluarga dan masyarakat sekitar.

“Semoga anak-anak bisa menyebarkan pengetahuan ini kepada keluarga, tetangga, dan lingkungan sosial, sehingga masyarakat tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi gempa bumi,” tambahnya.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menjelaskan bahwa simulasi ini merupakan bagian dari Program School Community Resilience yang dilaksanakan bekerja sama dengan Japanese Red Cross Society.

“Melalui simulasi ini, kami ingin melihat kesiapan siswa dalam menghadapi situasi bencana, khususnya gempa bumi yang tidak dapat diprediksi kapan terjadinya. Harapannya, siswa mampu mengantisipasi kondisi darurat dengan baik,” ungkap Zainollah.

Ia menambahkan, program School Community Resilience tidak hanya dilaksanakan di SMKN 4 Jember, tetapi juga akan diperluas ke lembaga pendidikan lain di Kabupaten Jember.

Reporter: Anas H
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *