REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Ratusan siswa dan guru SMP Negeri 1 Umbulsari, Kabupaten Jember, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (6/2/2026). Dari total 112 orang yang mengalami gejala, 15 di antaranya harus dilarikan ke puskesmas setempat karena kondisi cukup serius.

Gejala yang dialami para korban rata-rata sama, yakni pusing, mual, dan diare. Bahkan, sejumlah siswa tampak lemas hingga terpaksa merebahkan diri di lantai sekolah sebelum mendapat penanganan.

Salah satu korban, Ferina Hartini, mengungkapkan menu MBG yang dikonsumsinya berupa ayam kecap bakar lengkap dengan sambal. Namun, saat dimakan, daging ayam tersebut diduga masih mengandung darah.

“Makan ayam kecap bakar, ada sambelnya. Sebenarnya makanannya enak, tapi di dalam daging ayamnya masih ada darahnya. Tetap dimakan, tapi cuma sedikit. Besoknya sebelum masuk sekolah perut sudah mules, lalu pas pulang bolak-balik ke kamar mandi,” ujar Ferina.

Pihak sekolah menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Kepala SMPN 1 Umbulsari, Mamik Sasmiati, menyebutkan total korban berasal dari siswa kelas 7 hingga kelas 9, ditambah beberapa guru yang ikut merasakan gejala.

“Didata semuanya mulai dari kelas 7 sampai kelas 9 sebanyak 99 siswa. Ternyata ada guru yang setelah makan, meski tidak langsung, merasakan mual sampai ke belakang dua sampai tiga kali. Ada 13 orang lainnya, Alhamdulillah, tidak mengalami apa-apa,” jelas Mamik.

Ia berharap pelaksanaan program MBG ke depan bisa lebih teliti dan benar-benar sesuai tujuan awal, yakni meningkatkan kesehatan dan gizi siswa.

“Sebagai penerima manfaat MBG, kami berharap ke depan lebih sehat dan lebih teliti lagi. Namanya Makanan Bergizi Gratis, ya harus bergizi sesuai tujuan awal, menjadikan anak-anak lebih sehat dan berkualitas,” tambahnya.

Sementara itu, Satgas MBG Kabupaten Jember yang melakukan inspeksi mendadak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menemukan adanya pelanggaran standar operasional prosedur (SOP). Salah satunya adalah tidak tersimpannya sampel makanan yang seharusnya wajib disimpan selama dua hari.

“Ini adalah pembinaan kepada SPPG di Jember karena ada kejadian luar biasa yang diduga keracunan. Kami datang cek lapangan sekaligus pembinaan agar lebih disiplin melaksanakan SOP. Ada beberapa SOP yang dilewati, salah satunya sampling yang tidak ada, padahal harus disimpan dua hari,” kata anggota Satgas MBG Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman.

Ia menambahkan, ketiadaan sampel makanan menyulitkan proses pemeriksaan kualitas kelayakan makanan. Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat.

Akibat pelanggaran tersebut, Satgas MBG memberikan sanksi berupa surat teguran tertulis serta menghentikan sementara produksi Makanan Bergizi Gratis oleh SPPG yang bersangkutan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG belum memberikan klarifikasi resmi. Gerbang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi terlihat tertutup rapat dan tidak ada pernyataan yang disampaikan kepada media.

Reporter: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *