REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, menyusul prediksi cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung dalam dua pekan ke depan.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan dengan durasi panjang dan disertai angin kencang diperkirakan masih terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Jember. Kondisi ini berpotensi memicu bencana banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah rawan dan permukiman bantaran sungai.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat, menegaskan bahwa masyarakat harus lebih disiplin dalam menjaga keselamatan diri dan keluarga saat terjadi cuaca ekstrem.

“Cuaca ekstrem ini sampai dengan 14 hari ke depan masih harus diwaspadai. Kami mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran sungai, untuk selalu siaga bencana,” ujar Wahyudi.

Ia menuturkan, peristiwa banjir yang terjadi sebelumnya menjadi pelajaran penting agar warga tidak meremehkan potensi bahaya. Menurutnya, korban jiwa sering kali terjadi bukan saat evakuasi awal, melainkan ketika warga kembali ke rumah untuk menyelamatkan barang berharga.

“Seperti kejadian semalam, keluarganya sudah mengungsi, tetapi yang bersangkutan kembali ke rumah untuk menyelamatkan dokumen-dokumen penting dan barang berharga, hingga akhirnya menjadi korban,” jelasnya.

Untuk menghindari kejadian serupa, BPBD Jember mengimbau warga menyiapkan tas siaga bencana sejak dini. Tas tersebut disarankan berisi dokumen penting, perhiasan, obat-obatan, serta kebutuhan darurat lainnya.

“Dengan menyiapkan tas siaga bencana, saat evakuasi dilakukan warga tidak perlu kembali ke rumah untuk menyelamatkan harta benda. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama,” tegas Wahyudi.

BPBD Jember juga meminta masyarakat segera mengungsi ke tempat aman apabila kondisi cuaca memburuk dan mengikuti seluruh arahan petugas di lapangan guna meminimalkan risiko korban jiwa.

Reporter: Anas H
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *