REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Antrean kendaraan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejak Jumat (6/3/2026) pagi. Panic buying bahan bakar minyak (BBM) membuat antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular hingga mencapai sekitar satu kilometer dan menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan.
Kondisi tersebut terlihat di sejumlah SPBU di wilayah Jember. Antrean kendaraan bahkan memakan sebagian badan jalan sehingga memperlambat arus lalu lintas di sekitar lokasi SPBU.
Petugas kepolisian yang berada di lokasi terus mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Aparat juga melakukan pengamanan untuk mengurai antrean kendaraan.
Fenomena panic buying ini dipicu oleh pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terkait cadangan minyak Indonesia yang disebut hanya mampu bertahan sekitar 23 hari jika terjadi gangguan distribusi global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi jalur distribusi minyak dunia.
Salah satu warga, Riski, mengaku antrean panjang di SPBU dipicu oleh kabar yang beredar mengenai gangguan distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah.
“Karena beredar kabar soal blokade jalur minyak di Iran, banyak SPBU jadi penuh. Harapannya masyarakat tidak panik karena stok BBM kita sebenarnya masih banyak,” ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Jember memastikan ketersediaan BBM di wilayah tersebut masih aman bahkan berlebih. Penjabat Sekretaris Daerah Jember, Ahmad Helmi Luqman, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah SPBU.
“Saat ini kami berkeliling ke beberapa SPBU untuk mengecek ketersediaan BBM dan kondisinya aman bahkan berlebih. Jika nantinya terjadi kekurangan, Pertamina juga siap menambah pasokan,” katanya.
Helmi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penimbunan BBM karena dapat mengganggu distribusi di masyarakat. Pemerintah bersama aparat penegak hukum akan menindak tegas jika ditemukan praktik penimbunan bahan bakar di lapangan.
Reporter: Suyono
