REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Sebuah masjid tua di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, menyimpan keindahan sekaligus sejarah panjang. Masjid Bani Toyyib yang berada di Kelurahan Baratan ini diperkirakan telah berdiri sejak sekitar tahun 1945 dan kini tampil unik dengan ornamen pecahan keramik berwarna yang menghiasi hampir seluruh bagian bangunannya.

Masjid ini awalnya didirikan oleh seorang dermawan, H. Sulton Abdillah atau yang akrab disapa Gus Ton, sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan keagamaan masyarakat sekitar.

Seiring berjalannya waktu, bangunan masjid mengalami sejumlah perubahan. Renovasi besar dilakukan pada tahun 2005 dengan memadukan arsitektur klasik dan nuansa Timur Tengah.

Keunikan Masjid Bani Toyyib terlihat dari penggunaan pecahan keramik dengan berbagai warna dan motif yang menghiasi menara, kubah, dinding hingga pilar-pilar bangunan. Ornamen tersebut membuat masjid tampak berkilau, terutama saat terkena sinar matahari.

Di bagian dalam masjid terdapat enam tiang besar yang menopang bangunan utama. Enam tiang tersebut memiliki makna simbolis dalam ajaran Islam.

Pengurus Masjid Bani Toyyib, Ustadz Burhani, menjelaskan bahwa jumlah tiang tersebut diputuskan melalui musyawarah saat proses renovasi dilakukan.

“Tujuan pertama agar bangunan masjid lebih tangguh dan kokoh. Dulu juga dimusyawarahkan mengenai jumlah tiang di dalam masjid. Kalau memakai enam tiang tidak apa-apa, karena enam itu melambangkan rukun iman, sehingga diharapkan dapat menambah kekuatan sekaligus mengingatkan pada keimanan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa masjid yang awalnya berukuran kecil tersebut merupakan bangunan lama yang diperkirakan sudah ada sejak sekitar tahun 1945.

“Ini termasuk masjid lama. Awalnya bangunannya kecil dan kemudian direhabilitasi. Pendiri pertama masjid ini adalah Bapak Haji Sulton,” tambahnya.

Keunikan arsitektur serta sejarah panjang yang dimiliki membuat Masjid Bani Toyyib menarik perhatian masyarakat. Selain digunakan untuk beribadah, banyak warga maupun pengunjung yang datang untuk melihat langsung keindahan ornamen keramik yang menghiasi bangunan masjid.

Hingga kini, masjid tersebut terus dirawat secara swadaya oleh masyarakat sekitar. Semangat gotong royong warga menjadi bagian penting dalam menjaga keberadaan masjid tua tersebut agar tetap terawat dan nyaman digunakan untuk beribadah.

Reporter: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *