REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Fenomena tanah bergerak menyebabkan tebing setinggi 100 meter dengan panjang sekitar 150 meter di Kecamatan Sukorambi, Jember, longsor dan mengancam permukiman warga. Peristiwa ini juga sempat menutup aliran Sungai Kali Jompo akibat material longsoran.
Sedikitnya 15 kepala keluarga dengan total 40 jiwa di Dusun Gendir, Desa Klungkung, kini berada dalam ancaman serius. Posisi rumah mereka berada tepat di bibir jurang, sehingga berpotensi terdampak jika terjadi longsor susulan, terutama saat curah hujan tinggi.
Peristiwa longsor terjadi secara tiba-tiba dan membuat warga panik. Suara gemuruh dari tanah yang ambrol bahkan sempat dikira sebagai gempa bumi.
Salah satu warga terdampak, Muhammad Taufik, mengaku langsung menyelamatkan diri saat kejadian berlangsung.
“Waktu longsor terjadi, warga yang berada di sekitar langsung menyelamatkan diri. Suaranya seperti gempa, ada gemuruh besar hingga semua warga keluar rumah. Material longsor sampai ke sungai. Sekitar 80 persen warga di sini merasa khawatir dan takut. Kami sebenarnya ingin pindah, tapi terkendala biaya,” ujarnya.
Selain mengancam permukiman, longsor juga dipicu oleh kondisi tanah yang terus bergerak dan terkikis aliran sungai di bawahnya. Kondisi ini membuat tebing semakin labil dan berisiko mengalami longsor susulan.
Camat Sukorambi, Mussyafa, menjelaskan bahwa pergerakan tanah di lokasi tersebut sudah berlangsung lama, namun kini semakin parah.
“Titik longsor awalnya berada di bagian utara, kemudian bergeser ke selatan dan terus mengikis tebing. Di bagian bawah juga terdapat aliran yang memperparah kondisi. Ini sangat rawan, terutama jika terjadi hujan lagi. Pergerakan tanah ini sudah terjadi sejak sekitar tahun 1991. Dulu jarak rumah warga dengan tebing sekitar 30 meter, sekarang pondasinya bahkan sudah kurang dari satu meter dari bibir jurang. Saat kejadian, warga juga mengira seperti gempa karena suaranya,” jelasnya.
Pihak kecamatan menyatakan telah menyiapkan lokasi pengungsian bagi warga terdampak dan berencana melakukan relokasi ke tempat yang lebih aman.
Saat ini, warga diminta tetap waspada dan siaga, mengingat kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi memicu longsor susulan sewaktu-waktu.
Reporter: Suyono
