REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Kenaikan harga berbagai jenis plastik di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam beberapa pekan terakhir membuat pedagang dan pelaku UMKM resah. Lonjakan harga yang mencapai 20 hingga 40 persen ini berdampak langsung pada biaya produksi dan penjualan.
Kenaikan harga tersebut terpantau sejak pekan kedua Maret hingga awal April 2026. Hampir seluruh jenis plastik mengalami kenaikan, mulai dari kantong plastik, gelas plastik, styrofoam, hingga plastik mika.
Pedagang plastik di kawasan Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kaliwates, Meliana, mengatakan kenaikan harga terjadi bertahap, bahkan bisa dua kali dalam sehari.
“Untuk kantong plastik kiloan, kenaikannya sekitar Rp2.000 sampai Rp3.000 per pack. Plastik mika juga sama. Sementara untuk kotak thinwall, kenaikannya bisa Rp10.000 sampai Rp15.000 per slop isi 25. Kenaikan ini sudah terasa sejak sekitar 9 Maret. Informasinya, bahan baku sulit didapat sehingga barang jadi langka dan harganya naik. Mungkin juga terdampak situasi perang.”
Kenaikan paling tinggi terjadi pada kotak plastik jenis thinwall yang biasa digunakan sebagai wadah makanan. Kondisi ini diduga dipicu keterbatasan bahan baku nafta yang masih bergantung pada impor, serta terganggunya distribusi minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.
Dampak kenaikan ini juga dirasakan pelaku UMKM, terutama di sektor kuliner. Mistina, salah satu pelaku usaha, mengaku harus mengurangi produksi agar tetap bisa bertahan.
“Ini cukup menyulitkan. Harga styrofoam yang biasanya sekitar Rp2.500 sekarang jadi Rp3.000 sampai Rp5.000. Dampaknya, hasil penjualan berkurang. Saya jadi mengurangi jumlah produksi, karena kalau harga dinaikkan, pembeli belum tentu mau.”
Sementara itu, pembeli juga berharap kenaikan harga tidak berlangsung lama. Diana, salah satu pembeli, menilai kenaikan masih bisa ditoleransi selama tidak terlalu tinggi.
“Kalau naiknya masih sekitar Rp500 itu masih wajar. Tapi kalau sampai Rp1.000 atau Rp2.000 ke atas, semoga tidak terjadi. Harapannya harga bisa kembali normal.”
Untuk menyiasati kondisi ini, sebagian produsen mulai menggunakan bahan alternatif yang lebih murah atau mengurangi ketebalan plastik guna menekan biaya produksi.
Para pelaku usaha berharap harga plastik segera stabil agar aktivitas usaha mereka tidak semakin tertekan.
Reporter: Suyono
