REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari, Kabupaten Jember, melonjak drastis pasca Idulfitri 2026. Saat ini, jumlah sampah yang masuk mencapai lebih dari 240 ton per hari, meningkat signifikan dibanding hari biasa.

Pada kondisi normal, volume sampah yang masuk ke TPA Pakusari berkisar 200 ton per hari. Namun, sejak 10 hari terakhir Ramadan hingga pasca Lebaran, jumlahnya terus meningkat hingga menyentuh angka 220 hingga 240 ton per hari.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Jember, Neni Suharno Putri, menjelaskan lonjakan ini sudah diprediksi terjadi saat momen hari besar keagamaan.

“Biasanya sekitar 200 ton per hari. Tapi menjelang Lebaran, khususnya 10 hari terakhir puasa, sudah meningkat hingga 220 sampai 240 ton per hari. Antisipasinya, semua alat berat diturunkan untuk mengatur pengolahan sampah. Sekarang tidak hanya open dumping, tapi sudah menggunakan metode control landfill agar lebih terkontrol dan tidak menimbulkan bahaya seperti kejadian di TPA lain.”

Akumulasi sampah di TPA Pakusari kini diperkirakan telah mencapai 7,5 juta ton, dengan ketinggian tumpukan mencapai 35 meter. Kondisi ini membuat pengelola harus bekerja ekstra untuk mencegah risiko longsor maupun dampak lingkungan lainnya.

Sebagai langkah penanganan, Dinas Lingkungan Hidup Jember mengoperasikan dua unit ekskavator dan satu unit wheel loader untuk mengatur dan meratakan tumpukan sampah agar tetap aman.

Di sisi lain, peningkatan volume sampah justru membawa berkah bagi para pemulung di sekitar TPA. Banyaknya sampah plastik yang masuk menjadi peluang tambahan penghasilan bagi mereka.

Salah satu pemulung, Husein, mengaku sudah belasan tahun menggantungkan hidup dari aktivitas tersebut, meski tetap dihantui risiko.

“Setiap hari saya cari plastik rongsokan di sini. Sudah hampir 15 tahun. Tapi ya tetap ada rasa takut longsor.”

Meski demikian, pemerintah daerah terus berupaya memastikan pengelolaan sampah berjalan lebih aman dan terkontrol, terutama dengan penerapan metode control landfill guna mengurangi potensi bencana lingkungan.

Reporter: Anas H
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *