REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan deras merusak puluhan hektar tanaman padi di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Akibatnya, hasil panen petani dilaporkan turun drastis hingga 30–40 persen.
Berdasarkan data kelompok tani setempat, lahan terdampak mencapai sekitar 25 hingga 30 hektar. Tanaman padi roboh setelah diterpa angin kencang dalam beberapa hari terakhir, diperparah oleh tingginya curah hujan.
Ketua Kelompok Tani, Sukiman, menjelaskan bahwa meski tidak semua lahan mengalami kerusakan parah, secara keseluruhan dampaknya cukup luas.
“Kalau yang roboh itu memang sedikit-sedikit di beberapa titik, tapi secara keseluruhan cukup banyak, sekitar 25 sampai 30 hektar. Penyebabnya angin kencang, lalu pemupukan yang berlebihan dan air yang terlalu banyak juga bisa berpengaruh,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi padi yang roboh otomatis menurunkan hasil produksi. Jika normalnya satu hektar mampu menghasilkan hingga 10 ton, kini diperkirakan hanya sekitar 7 ton.
“Kalau roboh otomatis hasilnya turun. Biasanya bisa 10 ton, sekarang sekitar 7 ton. Jadi turunnya bisa 30 sampai 40 persen. Kalau tidak cepat dipanen, bisa membusuk, makanya harus panen lebih awal seperti sekarang,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang petani, Muhammad Ali, mengaku terpaksa memanen lebih cepat untuk menyelamatkan sisa hasil panen. Namun kualitas gabah yang dihasilkan ikut menurun.
“Kalau dipanen dalam kondisi roboh, padinya rusak, berasnya juga rusak. Kalau tidak segera dijual atau dipanen, dalam waktu seminggu saja bisa membusuk karena kena angin dan hujan malam hari. Hasilnya juga jadi sedikit,” ungkapnya.
Selain penurunan kuantitas, mutu gabah ikut terdampak karena banyak bulir yang belum matang sempurna. Hal ini membuat harga jual beras di tingkat petani ikut melemah.
Para petani pun diimbau lebih cermat dalam mengatur sistem pengairan serta dosis pemupukan, terutama saat memasuki musim hujan, guna mengurangi risiko tanaman roboh akibat cuaca ekstrem.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi petani akan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat berdampak langsung pada hasil produksi dan pendapatan mereka.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
