REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Banjir bandang menerjang dua kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (3/2/2026) malam. Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah hulu Sungai Badean. Akibat kejadian tersebut, satu warga Kecamatan Panti dilaporkan hilang terseret arus.
Banjir bandang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di Desa Pakis, Kecamatan Panti. Luapan Sungai Badean membawa material lumpur, bambu, serta potongan kayu yang masuk ke permukiman warga. Dampaknya, empat dapur rumah warga di Dusun Pertelon tergerus arus banjir. Selain itu, enam rumah lainnya terendam lumpur setinggi sekitar 15 sentimeter, sementara halaman sekitar 30 rumah warga tertutup lumpur hingga 20 sentimeter.
Dalam peristiwa tersebut, satu warga bernama Wahid, staf Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Panti, dilaporkan hilang setelah terseret arus saat banjir meluap. Selain korban hilang, sebanyak 30 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah warga yang lebih aman maupun ke kediaman kerabat terdekat akibat rumah mereka terdampak banjir.
Banjir lumpur juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Rambipuji, tepatnya di Desa Pecoro. Di lokasi tersebut, dua rumah terendam lumpur setinggi sekitar 40 sentimeter. Selain itu, sebuah barongan bambu roboh dan melintang di aliran sungai sehingga memperparah kondisi aliran air.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat, mengatakan bahwa dampak banjir cukup signifikan, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.
“Yang terdampak ada empat rumah, bagian belakang dapurnya habis karena bertepatan di bantaran sungai. Selain itu, ada enam rumah yang terdampak lumpur di Kecamatan Panti. Sedangkan di Rambipuji, terdapat dua rumah yang terdampak lumpur,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini BPBD Jember bersama tim Basarnas dan relawan terus melakukan upaya penanganan, termasuk pencarian korban yang dilaporkan hanyut.
“Untuk penanganan saat ini kami bersama tim Basarnas. Karena semalam ada korban jiwa, yaitu korban hanyut,” tambahnya.
Saat ini, kondisi cuaca dilaporkan berawan dan debit air Sungai Badean telah surut. Meski demikian, sebagian warga masih bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu penanganan lanjutan dari pemerintah daerah.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
