REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Banjir akibat luapan Sungai Bedadung di Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, berangsur surut pada Selasa (16/12/2025) siang. Namun, aktivitas warga belum sepenuhnya kembali normal lantaran tebalnya material lumpur yang masih menutupi permukiman dan sejumlah ruas jalan.

Di Desa Kaliwining, genangan air mulai menghilang, dan warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Meski demikian, endapan lumpur dengan ketebalan mencapai 10 hingga 15 sentimeter masih menutup jalan kampung hingga jalan poros penghubung antar desa.

Tak hanya rumah warga, lumpur juga melumpuhkan aktivitas belajar mengajar di sejumlah lembaga pendidikan, seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Kegiatan belajar sementara diliburkan hingga proses pembersihan selesai.

Guru PAUD Desa Kaliwining, Tika Nurjanah, menyebut banjir kali ini merupakan yang terparah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ini termasuk yang paling besar. Kalau tahun kemarin air hanya sampai teras, tapi kali ini sampai masuk ke dalam ruangan. Lemari-lemari penuh lumpur, bahkan sudah setengah. Untuk sementara semua kegiatan diliburkan dan kami fokus bersih-bersih sejak pagi,” ujar Tika Nurjanah.

Untuk mempercepat pemulihan, warga bersama aparat TNI dari Koramil Rambipuji melakukan gotong royong membersihkan material lumpur di permukiman, lembaga pendidikan, balai dusun, serta jalan poros antar desa.

Anggota Koramil Rambipuji, Pelda Sismadi, mengatakan pembersihan difokuskan pada fasilitas umum dan akses utama warga.

“Kami mulai sejak pagi membersihkan sepanjang jalan, balai dusun, dan TPQ Al Fattah. Di lokasi terdapat endapan sampah dan lumpur, dengan ketebalan sekitar 10 sentimeter,” jelas Pelda Sismadi.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, banjir luapan Sungai Bedadung mengakibatkan 1.271 kepala keluarga terdampak. Para korban tersebar di enam kecamatan dan 16 desa atau kelurahan di wilayah Kabupaten Jember.

Hingga kini, proses pembersihan masih terus dilakukan agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.

Reporter: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *