REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait menerima banyak aduan dari masyarakat terkait maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk memperkuat pondasi keluarga sebagai benteng utama pembentukan karakter anak.
Aduan itu disampaikan sejumlah kader posyandu dalam kegiatan Gus’e Menyapa yang digelar di Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Sabtu (20/12/2025). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jember berdialog langsung dengan para kader untuk mengetahui kondisi sosial masyarakat secara nyata.
Dari hasil dialog, para kader posyandu mengungkapkan keprihatinan terhadap perilaku sebagian remaja yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Isu pergaulan bebas menjadi salah satu keluhan utama yang disampaikan kepada bupati.
Menanggapi hal itu, Gus Fawait menegaskan pentingnya memperkuat peran keluarga dalam menghadapi persoalan sosial tersebut. Ia menyebut, pemerintah daerah akan terus membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat agar berbagai permasalahan dapat ditangani secara tepat.
“Memang banyak keluhan dan masukan langsung dari masyarakat. Forum seperti ini kami harapkan menjadi saluran agar persoalan di masyarakat bisa diterima langsung oleh bupati dan segera ditindaklanjuti,” ujar Muhammad Fawait.
Ia menambahkan, peran keluarga, khususnya ibu, sangat strategis dalam menjaga dan mendidik anak agar terhindar dari pergaulan bebas.
“Kami akan memperkuat peran keluarga. Dalam keluarga, selain ayah, yang sangat berperan adalah ibu. Karena itu, kami selalu mengundang ketua dan anggota pengajian dalam setiap kegiatan. Ibu-ibu ini harus diperkuat, baik secara pengetahuan maupun perannya dalam keluarga,” jelasnya.
Menurut Gus Fawait, keterlibatan kelompok pengajian juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Jember dalam mengatasi persoalan sosial remaja.
“Program penguatan pengajian, termasuk seragam bagi ketua dan anggota pengajian, salah satunya bertujuan untuk menjawab masalah-masalah yang diungkapkan masyarakat, termasuk terkait pergaulan bebas,” tambahnya.
Selain isu perilaku remaja, Bupati Jember juga menyoroti rendahnya cakupan imunisasi di Kabupaten Jember. Ia menilai ketakutan sebagian orang tua masih menjadi faktor utama rendahnya partisipasi imunisasi anak.
Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus melakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat agar kesehatan anak dapat terjaga secara menyeluruh.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
