REDAKSIFTV.COM JEMBER – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan pertalite terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Sabtu (23/7/2025). Kondisi ini menyebabkan antrean panjang kendaraan, terutama di SPBU Kranjingan, Kecamatan Sumbersari.
Pantauan di lokasi, antrean mengular hingga keluar area SPBU, didominasi oleh kendaraan besar seperti truk logistik serta mobil pribadi. Para sopir mengaku sudah mengantre sejak dini hari demi mendapatkan jatah BBM yang semakin sulit ditemukan dalam tiga hari terakhir.
Salah satu sopir truk, Leo Bahri, mengaku sudah menunggu lebih dari empat jam. Ia membawa muatan pasir dan sempat mencari solar di SPBU Ajung dan Pakem, namun tidak membuahkan hasil.
“Soale langka saiki, Mas. Ini sudah empat jam menunggu. Sekarang bawa muatan pasir. BBM itu langka karena jalan ditutup. Sudah dua kali nunggu kayak gini. Biasanya nyari di Ajung, tapi tadi nggak ada solarnya, terus di Pakem dan tetap lanjut antre bensin,” ujar Leo.
Pengawas SPBU Kranjingan, Hendro, menyebut kelangkaan BBM terjadi akibat keterlambatan pasokan dari Depo Pertamina Banyuwangi. Distribusi terganggu karena truk tangki terjebak kemacetan di jalur alternatif Pantura, Baluran, Situbondo.
“Kalau kelangkaannya memang terkait masalah BBM. Itu kan ada penutupan jalur Gumitir. Mungkin juga di Baluran macet. Makanya ada kelangkaan di daerah Jember. Ini mulai dari hari Rabu. Harapannya sih ke depan BBM bisa lancar, ya, baik solar maupun pertalite. Biasanya datang tiap hari, tapi karena keterlambatan kayak gini, bisa dua sampai tiga hari baru datang,” terang Hendro.
Penutupan Jalur Nasional Gumitir sejak 24 Juli hingga 24 September 2025 akibat perbaikan jalan turut memperparah distribusi BBM ke wilayah Jember. Seluruh arus lalu lintas dari arah Banyuwangi pun dialihkan ke jalur Pantura, menyebabkan kemacetan parah di sejumlah titik.
Reporter: Suyono
