JEMBER – Cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi yang terjadi belakangan ini berdampak pada hasil panen petani di Kabupaten Jember. Untuk membantu petani, Perum Bulog melakukan penyerapan gabah dengan menggandeng mitra penggilingan padi di sejumlah wilayah.

Salah satu mitra Bulog berada di Desa Bagon, Kecamatan Puger, Jember. Penggilingan padi di wilayah tersebut menjadi tempat penyerapan gabah hasil panen petani, khususnya dari wilayah Jember selatan dan sekitarnya.

Di tengah kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang masih tinggi, mitra Bulog tetap menerima gabah hasil panen petani. Setiap hari, serapan gabah di lokasi tersebut mencapai sekitar 40 ton.

Para petani menyambut baik langkah pemerintah melalui Perum Bulog yang dinilai membantu mereka menjual hasil panen, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Ketua Gapoktan Tani Makmur Kasian Timur, Hendro Saputro, mengatakan pihaknya sempat mengecek langsung kualitas gabah yang dikirim dari kelompok tani. Dari hasil pengecekan, kadar air gabah tercatat sekitar 33 persen dengan tingkat kehijauan sekitar 13 hingga 14 persen.

“Setelah kami cek, ternyata tetap diterima. Ini kabar luar biasa bagi petani. Dalam kondisi cuaca ekstrem dengan hujan yang hampir setiap hari turun, Bulog ternyata memberikan solusi bagi petani. Selama gabah masih dalam kondisi segar, tetap diterima di sini,” ujar Hendro.

Perum Bulog juga mengimbau petani untuk melakukan panen pada siang hari agar kadar air dalam gabah dapat berkurang. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas beras yang nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat melalui berbagai program pemerintah.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Sekretaris Daerah telah melayangkan surat permohonan kepada Perum Bulog Jember agar melakukan penyerapan hasil panen padi petani, khususnya yang terdampak cuaca ekstrem.

Reporter: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *