REDAKSIFTV.COM JEMBER – Sudah empat hari terakhir, antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Jember terus mengular. Senin (28/7/2025), antrean panjang bahkan membuat akses jalan menuju SPBU lumpuh, terutama di jam-jam sibuk. Akibatnya, aktivitas perekonomian warga terganggu karena harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang sama terjadi di berbagai titik, seperti SPBU Sabtuan di Jalan Basuki Rahmat, SPBU Mangli di Jalan Otto Iskandar Dinata, dan SPBU Tawang Alun di Jalan Brawijaya. Antrean kendaraan terlihat memanjang hingga beberapa ratus meter. Sejumlah pengendara bahkan terpaksa bermalam di area SPBU demi mendapatkan BBM.

Zaenal Arief, salah satu warga yang mengantre di SPBU, mengaku telah menunggu sejak pagi hari.

“Ini antre BBM Pertalite dari sekitar jam 9 pagi, sekitar 3,5 jam. Terpaksa harus antre karena kebutuhan sehari-hari. Fenomena ini cukup merepotkan ya, karena perekonomian jadi terhambat. Ngantar anak sekolah juga jadi repot,” keluhnya.

Kelangkaan BBM ini juga berdampak pada sektor usaha transportasi, logistik, hingga pedagang kecil yang mengandalkan kendaraan bermotor untuk operasional harian mereka.

Menanggapi kondisi ini, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa kelangkaan BBM bukanlah persoalan mendasar, karena stok BBM di Depo Pertamina Banyuwangi masih dalam kondisi aman. Ia menyebut penyebab utama keterlambatan adalah terganggunya jalur distribusi akibat penutupan Jalur Nasional Gumitir yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi.

“Masalahnya dari Banyuwangi. Pengiriman ke Jember sangat macet. Kita sudah meminta kepada Pertamina supaya kalau Banyuwangi macet, bisa dialihkan dari wilayah lain seperti Surabaya atau Malang, agar segera teratasi,” terang Fawait.
“Jadi sekali lagi, ini bukan masalah yang fundamental, tapi teknis karena penutupan jalan nasional. Dan itu menjadi kewenangan pemerintah pusat,” tambahnya.

Sebagai solusi jangka pendek, pengalihan pasokan BBM melalui Depo Pertamina di Surabaya dan Malang sudah mulai dilakukan. Pemerintah Kabupaten Jember berharap distribusi kembali normal dalam waktu dekat agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.

Reporter: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *