REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Menyikapi keluhan petani terkait sulitnya memperoleh pupuk, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember mengambil langkah strategis dengan mengupayakan tambahan pasokan pupuk. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi lintas sektor guna memastikan rantai distribusi pupuk kembali berjalan lancar dan terkendali.

Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas TPHP mengumpulkan sejumlah pihak terkait, mulai dari PT Pupuk Indonesia, penyalur, hingga distributor, dalam rapat koordinasi yang digelar pada Kamis petang. Langkah ini ditempuh sebagai respons atas laporan sejumlah kelompok tani di beberapa wilayah Jember yang mengalami kesulitan mendapatkan pupuk dalam beberapa waktu terakhir.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Dinas TPHP memperkuat sistem distribusi pupuk di Kabupaten Jember dengan dukungan PT Pupuk Indonesia, agar ketersediaan pupuk bagi petani dapat kembali normal dan mencukupi.

Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Penyuluhan Dinas TPHP Jember, Muhammad Kosim, mengatakan keterbatasan pupuk yang terjadi saat ini lebih disebabkan oleh kendala distribusi dan stok yang sempat terbatas. Namun, Kabupaten Jember mendapat tambahan pasokan pupuk dari pemerintah pusat.

“Stok memang sempat terbatas di distribusi. Alhamdulillah, kami mendapat bantuan pasokan dari Pupuk Indonesia. Dari total tambahan pasokan untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur, sebanyak 8.000 ton dialokasikan untuk Jawa Timur, dan sekitar 3.000 ton atau setara tiga persen dialokasikan untuk Kabupaten Jember,” ujar Muhammad Kosim.

Ia menegaskan tambahan pasokan tersebut merupakan upaya memastikan petani di Jember tetap mendapatkan pupuk, terutama menjelang dan selama musim tanam.

Sementara itu, salah satu penyalur pupuk, Luthfi Yazid, menyebut permasalahan distribusi pupuk saat ini sudah mulai teratasi. Ia memastikan pasokan pupuk ke tingkat kios akan berangsur normal.

“Untuk kios nakal, sebenarnya tidak ada. Kalau ada kelangkaan mungkin dimanfaatkan oleh oknum. Insyaallah setelah melalui PPTS dan sudah disetujui, distribusi akan maksimal dan tidak ada lagi kenakalan,” kata Luthfi.

Ia menambahkan, jika terbukti ada kios yang melakukan pelanggaran, sanksi tegas akan diberikan hingga pencabutan izin.

Pemerintah Kabupaten Jember berharap, melalui tambahan pasokan pupuk serta pengawasan distribusi secara berkala, kebutuhan pupuk bersubsidi di wilayah Jember dapat terpenuhi dan tidak mengganggu produktivitas pertanian selama musim tanam.

Reporter: Anas H
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *