REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Kelangkaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas melon pasca Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah mulai dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Jember. Menyikapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga langsung melakukan langkah mitigasi dengan menambah pasokan ke wilayah tersebut.
Tambahan pasokan sebanyak 36 ribu tabung telah digelontorkan sejak akhir pekan lalu. Jumlah tersebut bahkan mencapai sekitar 47 persen lebih tinggi dibandingkan konsumsi normal harian di Kabupaten Jember.
Selain menambah pasokan, Pertamina juga melakukan pengecekan distribusi di lapangan guna memastikan penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran.
Area Manager Comrel & FAR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan bahwa penambahan distribusi dilakukan di luar pengiriman normal, sekaligus diiringi pengawasan ketat terhadap agen dan pangkalan.
“Kami telah menugaskan penambahan pengiriman di luar distribusi normal sebanyak 36 ribu tabung, atau sekitar 47 persen lebih tinggi dari konsumsi harian di wilayah Jember. Kami juga menginstruksikan agen untuk memprioritaskan pangkalan dengan serapan tinggi, serta memastikan pangkalan menjual sesuai harga eceran tertinggi dan mendahulukan kebutuhan masyarakat langsung. Seluruh distribusi juga dipantau secara aktual dan real time melalui sistem digital,” ujar Ahad.
Pertamina turut mengimbau masyarakat agar membeli gas elpiji 3 kilogram di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai ketentuan, yakni Rp18 ribu per tabung.
Di sisi lain, Pertamina juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada agen maupun pangkalan yang melanggar aturan distribusi. Sanksi tersebut mulai dari penghentian alokasi hingga pemutusan hubungan usaha.
Langkah ini diharapkan dapat mengatasi kelangkaan gas melon di Jember serta menjaga distribusi tetap tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
