REDAKSIFTV.COM, Jember – Universitas Jember (Unej) menggelar talkshow literasi keuangan bertajuk “Sinergi Literasi Keuangan dan Inovasi Digital” dalam rangka menyambut Dies Natalis ke-61, Rabu (19/11/2025). Acara yang digelar di Auditorium Unej ini diikuti civitas akademika, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah lembaga regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta anggota Komisi XI DPR RI. Diskusi menyoroti pentingnya kemampuan mengelola keuangan di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.
Salah satu sorotan utama adalah tingginya angka generasi muda yang terjerat pinjaman online. Data terbaru menunjukkan bahwa 60 persen debitur pinjol berasal dari kalangan Gen Z, sebuah fenomena yang dinilai mengkhawatirkan.
Wakil Rektor IV Unej, Bambang Kuswandi, menegaskan bahwa literasi keuangan menjadi kunci agar anak muda tidak mudah terjebak penipuan maupun praktik pinjol yang merugikan.
“Salah satu yang perlu kita kembangkan adalah literasi keuangan, bagaimana mereka memiliki kemampuan yang cukup sehingga terhindar dari jebakan scam. Seperti disampaikan OJK, di kalangan Gen Z angka pinjolnya sangat tinggi. Ini yang kami coba beri pemahaman—bagaimana mengelola keuangan dengan bijak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala OJK Jember, Mohammad Mufid, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap kemudahan meminjam uang melalui aplikasi digital, terutama yang berstatus ilegal.
“Di era digital ini semuanya serba mudah, termasuk meminjam uang. Banyak yang tidak sadar bahwa aplikasi yang digunakan bersifat ilegal. Itu yang kami tekankan kepada siswa dan mahasiswa agar mereka terhindar dari keuangan online ilegal. Ini yang kami gerakkan dalam kesempatan kali ini,” jelasnya.
Melalui rangkaian Dies Natalis ke-61 ini, Unej berharap edukasi literasi keuangan dapat mempersiapkan generasi muda agar lebih cerdas, waspada, dan mampu mengelola keuangannya secara sehat di era digital.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
