REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Kenaikan harga kedelai impor sejak awal 2026 berdampak langsung pada perajin tempe di Kabupaten Jember. Melambungnya harga bahan baku memaksa sejumlah perajin melakukan efisiensi, mulai dari mengurangi kapasitas produksi hingga memangkas jumlah tenaga kerja.

Kondisi tersebut dirasakan oleh rumah produksi tempe milik Maryono, yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember. Usaha tempe yang telah dijalankannya lebih dari 20 tahun itu terpaksa menurunkan produksi secara signifikan.

Jika sebelumnya mampu memproduksi sekitar 1,8 kuintal per hari, kini kapasitas produksi turun menjadi 1 kuintal per hari. Penurunan ini dipicu naiknya harga kedelai impor dari sebelumnya sekitar Rp8.000 per kilogram menjadi Rp9.500 per kilogram.

Maryono mengaku kenaikan harga kedelai membuatnya harus menyesuaikan kondisi usaha agar tetap bertahan.

“Gimana lagi, namanya naik ya sudah ikutin saja. Cuma penghasilan juga berkurang karena dipakai buat nambah modal. Pekerja sudah saya kurangi satu, sekarang kerja sendiri,” ujar Maryono.

Ia menambahkan, pengurangan produksi menjadi pilihan paling memungkinkan untuk menekan biaya operasional.

“Sekarang hanya satu kuintal, kalau dulu satu koma delapan kuintal,” tambahnya.

Meski biaya produksi meningkat, Maryono memilih tidak menaikkan harga jual tempe. Harga tempe masih dipertahankan sebesar Rp5.000 per biji, sama seperti sejak masa pandemi Covid-19.

“Ukuran tempenya masih normal. Harganya tetap lima ribu, dari sejak corona sampai sekarang,” jelasnya.

Maryono khawatir jika harga kedelai terus meningkat tanpa adanya upaya stabilisasi, maka produksi tempe bisa terus menurun dan mengancam keberlangsungan usaha kecil di sektor pangan.

Para perajin berharap adanya perhatian dari pemerintah, terutama dalam menjaga stabilitas harga kedelai, agar usaha tempe rakyat tetap bisa bertahan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Reporter: Anas H
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *