REDAKSIFTV.COM, MALANG — Kepala Desa Lojejer, Jember, Mohammad Sholeh, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Projo Jawa Timur. Pemilihan tersebut berlangsung dalam Konferensi Daerah (Konferda) Projo yang digelar di salah satu hotel di Kota Malang, Sabtu (11/4/2026).

Konferda ini dihadiri langsung Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, serta Sekretaris Jenderal DPP Projo, Freddy Alex Damanik. Kegiatan tersebut menjadi konferda pertama yang digelar dalam rangkaian konsolidasi nasional Projo tahun ini.

Selain itu, perwakilan dari 38 kabupaten dan kota se-Jawa Timur turut hadir mengikuti jalannya konferensi.

Dalam forum tersebut, Mohammad Sholeh terpilih secara aklamasi dan langsung menjalani prosesi pelantikan bersama jajaran pengurus lainnya.

Usai terpilih, Sholeh menyatakan akan segera melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat bawah. Ia juga menargetkan penyusunan program 100 hari kerja untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Sebagai Ketua DPD Projo Jawa Timur, kami akan menjadi garda terdepan dalam mengawal, membantu, dan mengonsep program-program pemerintah. Kami menargetkan program 100 hari kerja yang dilaksanakan secara terstruktur mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga kecamatan dan desa di 38 kabupaten/kota,” ujar Sholeh.

Ia menambahkan, konsolidasi organisasi akan terus diperkuat agar Projo menjadi organisasi yang solid dan terorganisir, sekaligus mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berkomitmen mendukung dan mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Harapannya, seluruh program strategis pemerintah bisa berjalan dan memberikan dampak nyata bagi rakyat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menegaskan bahwa penyelenggaraan Konferda ini merupakan amanat langsung dari kongres organisasi.

Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan Projo tetap terkonsolidasi, solid, dan terorganisir hingga ke akar rumput.

“Projo harus bertransformasi menjadi gerakan rakyat yang dinamis, bukan sekadar organisasi kemasyarakatan biasa. Projo harus tetap berada di garis rakyat dan menjadi kekuatan sosial yang aktif di tengah berbagai tantangan,” tegas Budi Arie.

Dengan kepengurusan baru ini, Projo Jawa Timur diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan strategis serta terus mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Reporter: Tim Liputan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *