REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Dampak konflik di kawasan Timur Tengah mulai dirasakan hingga ke daerah. Di Kabupaten Jember, Jawa Timur, harga berbagai jenis plastik dilaporkan mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai 45 persen dalam beberapa pekan terakhir.
Kenaikan tersebut terjadi pada sejumlah produk plastik yang umum digunakan masyarakat, seperti gelas minuman, kantong plastik, hingga wadah makanan. Berdasarkan pantauan di lapangan, harga gelas minuman yang sebelumnya Rp9.000 per pak kini naik menjadi Rp12.000 per pak.
Tidak hanya itu, harga styrofoam juga meningkat dari Rp26.000 menjadi Rp42.000 per pak. Sementara itu, harga kotak nasi naik dari Rp65.000 menjadi Rp75.000 per pak.
Pedagang menyebutkan bahwa lonjakan harga ini dipicu oleh kelangkaan bahan baku biji plastik yang masih bergantung pada impor, termasuk dari wilayah Timur Tengah. Kondisi tersebut berdampak pada distribusi dan ketersediaan barang di pasaran.
Intan Kusumawati, pedagang plastik di Jember, mengatakan kenaikan harga telah terjadi sejak beberapa pekan terakhir dan berdampak pada penurunan jumlah penjualan.
“Kenaikan ini sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Harga gelas minuman dari Rp9.000 per pak kini naik menjadi Rp12.000 per pak, styrofoam dari Rp26.000 menjadi Rp42.000 per pak, dan kotak nasi dari Rp65.000 menjadi Rp75.000 per pak. Secara pendapatan belum terlalu berpengaruh, tetapi dari sisi kuantitas penjualan mengalami penurunan drastis dan stok berpotensi menipis,” ujarnya.
Dampak kenaikan harga plastik ini juga dirasakan oleh para pedagang kaki lima (PKL) yang menggunakan plastik sebagai kebutuhan utama dalam berjualan.
Siti Aisyah, pedagang minuman keliling, mengaku terpaksa menanggung kenaikan biaya produksi tanpa berani menaikkan harga jual karena khawatir kehilangan pelanggan.
“Saya berjualan kopi keliling, es teh, dan minuman lainnya. Yang mengalami kenaikan adalah kantong plastik, gelas, dan hampir semua jenis kemasan. Akibatnya, keuntungan jelas berkurang. Namun, saya tidak berani menaikkan harga karena khawatir pelanggan akan beralih,” katanya.
Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berharap harga plastik dapat segera stabil agar usaha mereka tetap bertahan di tengah meningkatnya biaya produksi.
Reporter: Tim Liputan
