REDAKSIFTV.COM JEMBER — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Kabupaten Jember sudah berlangsung lima hari terakhir, memunculkan berbagai dampak, salah satunya antrean panjang kendaraan di SPBU. Untuk mengatasi situasi tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) bagi ASN dan pembelajaran daring bagi siswa sekolah.

Keputusan ini diapresiasi oleh akademisi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, khususnya oleh Ahmad Winarno, Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN KHAS Jember. Menurut Winarno, kebijakan ini cukup efektif mengurangi beban antrean BBM, meskipun solusi tersebut tidak sepenuhnya mengatasi krisis yang ada.

“Saya kira yang paling penting saat ini adalah bagaimana pemerintah segera mendesak agar suplai BBM kembali lancar, tidak hanya untuk kebutuhan normal. Pasokan harus ditambah sesuai dengan kebutuhan, dan edukasi kepada masyarakat sangat penting untuk menghindari panic buying. Stok BBM secara nasional aman, tetapi ada kendala dalam distribusi. Oleh karena itu, masyarakat perlu diedukasi agar tidak panik.” ujar Winarno saat dikonfirmasi di kampus UIN KHAS Jember pada Selasa, 29 Juli 2025.

Winarno juga mendorong Pemerintah Kabupaten Jember, serta daerah tetangga, untuk mengambil langkah krusial dengan memperkuat koordinasi dengan pihak terkait, terutama Pertamina, dan terus melakukan edukasi kepada masyarakat.

“Saya juga berharap krisis BBM ini segera teratasi dan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi,” tambahnya.

Kebijakan WFH bagi ASN dan pembelajaran daring bagi siswa di Kabupaten Jember diharapkan dapat meredakan krisis sementara waktu, serta menjaga kestabilan pasokan BBM di daerah ini.

Reporter: Anas H
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *