REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Ada cara unik yang dilakukan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Mereka menyampaikan kritik, permintaan menu, hingga apresiasi melalui secarik kertas yang diselipkan di dalam ompreng usai makan.
Kertas-kertas kecil berisi tulisan tangan itu menjadi media sederhana bagi para siswa untuk bersuara. Isinya pun beragam, mulai dari permintaan menu sesuai selera, ucapan terima kasih, hingga masukan terkait porsi makanan.
Tak hanya itu, beberapa siswa bahkan menyelipkan uang receh mulai dari Rp1.000 hingga Rp5.000 sebagai bentuk apresiasi kepada dapur MBG.
Dapur SPPG An-Nur di Garahan menjadi salah satu yang paling sering menerima pesan-pesan tersebut. Setiap masukan ditanggapi dengan terbuka, bahkan menu dengan permintaan terbanyak akan diprioritaskan selama tidak terkendala anggaran dan ketersediaan bahan.
Salah satu siswi penerima MBG, Aura, mengaku senang dengan adanya program tersebut.
“Senang sekali menerima MBG, tiap hari bisa makan dari program ini,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Fajar. Ia mengaku menikmati menu yang disajikan, termasuk variasi lauk dan buah.
“Iya, senang menerima MBG. Sekarang ikannya ikan lele, buahnya juga ada jeruk,” katanya.
Kepala TK Dharma Wanita Persatuan Garahan, Eko Sulistiowati, menilai program MBG sangat membantu anak-anak yang tidak sempat sarapan dengan gizi seimbang di rumah.
“Tidak semua anak bisa menikmati sarapan pagi dengan gizi seimbang. Dengan adanya program ini, mereka bisa merasakan manfaatnya. Harapannya terus berkelanjutan, karena anak-anak selalu senang saat MBG datang, apalagi menunya lengkap, ada serat, protein, karbohidrat, dan buah,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten Lapangan Dapur SPPG An-Nur Garahan, Samiyanto, mengungkapkan pihaknya mengetahui berbagai permintaan siswa saat proses pencucian ompreng.
“Kami tahunya saat ompreng dicuci, di situ anak-anak menulis, misalnya minta besok menu mi atau bakso. Macam-macam permintaannya. Kami ambil permintaan dengan rating tertinggi selama tidak berbenturan dengan anggaran,” ungkapnya.
Saat ini, dapur SPPG An-Nur melayani sekitar 2.560 siswa setiap harinya. Kritik dan masukan dari siswa dinilai sebagai hal positif untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
Melalui cara sederhana ini, siswa di pelosok Silo menunjukkan bahwa apresiasi dan kritik bisa disampaikan dengan kreatif, sekaligus menjadi pengingat agar program MBG terus berjalan dengan kualitas terbaik.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
