REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Sejumlah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember memamerkan beragam inovasi hasil studi dalam kegiatan Kolokium yang digelar di auditorium kampus, Kamis siang (20/11/2025). Pameran ini menarik perhatian siswa dan masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh dunia perkuliahan dan karya mahasiswa.
Pada kegiatan tersebut, booth milik FEB memamerkan sejumlah produk inovatif berbahan dasar kearifan lokal, seperti olahan buah tin dan maggot. Dua produk ini menjadi yang paling menarik perhatian pengunjung.
Maggot, yang dikenal sebagai pengurai limbah organik, dikembangkan ulang oleh mahasiswa menjadi pakan alternatif bagi unggas dan ikan. Tingginya kandungan protein serta proses budidaya yang organik tanpa bahan kimia membuat produk ini dinilai lebih sehat bagi hewan ternak.
Sementara itu, buah tin diolah menjadi berbagai jenis produk, mulai dari coklat, puding, selai, hingga teh herbal. Selain menawarkan manfaat kesehatan, pengembangan olahan buah tin ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap petani lokal agar komoditas tersebut semakin dikenal masyarakat.
Dosen pembimbing, Siti Maria Wardayati, mengatakan bahwa kegiatan kolokium ini bukan sekadar pameran, tetapi juga menjadi ajang miniatur wirausaha bagi mahasiswa untuk mempraktikkan hasil studi.
“Dalam rangka Dies Natalis ke-61 FEB, riset, penelitian, dan pengabdian harus ditampilkan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dosen dan mahasiswa untuk memamerkan produk-produk penelitian dan pengabdian, sekaligus menjadi ajang pengenalan di tingkat global,” jelasnya.
Salah satu mahasiswi peserta, Anisa, mengaku senang karena booth miliknya ramai dikunjungi siswa maupun masyarakat.
“Produk ini adalah hasil unggulan mahasiswa dan dosen. Buah tin sendiri menjadi komoditas khas di Jember, sehingga kami ingin mengangkatnya sebagai produk unggulan daerah. Alhamdulillah selama dua hari pameran sangat ramai, bahkan beberapa produk sudah habis karena banyak pengunjung yang menyukai coklat buah tin,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan inovasi mahasiswa tidak hanya berhenti di tingkat kampus, tetapi dapat menjadi jembatan antara perguruan tinggi dan masyarakat untuk menghasilkan produk yang lebih kreatif, inovatif, dan bernilai ekonomi.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
