REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Komisi C DPRD Jember menyoroti pengelolaan pasar tradisional yang dinilai belum optimal dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemerintah Kabupaten Jember didesak segera mengambil langkah konkret untuk menggali potensi tersebut, mulai dari revitalisasi hingga digitalisasi pedagang.
Desakan ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat antara Komisi C DPRD Jember bersama Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Jember, Kamis (9/4/2026).
Berdasarkan data Diskopumdag, terdapat 28 pasar tradisional yang masih aktif di Kabupaten Jember. Namun, seluruhnya dinilai belum memberikan kontribusi maksimal terhadap PAD, baik dari sektor retribusi pedagang maupun parkir.
Sekretaris Diskopumdag Jember, Wiwik Supartiwi, menjelaskan bahwa revitalisasi pasar tidak hanya menyasar perbaikan fisik, tetapi juga pengelolaan.
“Ada dua hal dalam revitalisasi, yaitu sarana prasarana dan pengelolaannya. Kami juga menyiapkan program inovasi. Harapannya, jika target pendapatan meningkat, akan ada pengembalian anggaran untuk perbaikan sarpras pasar yang sudah tidak layak, sehingga kios-kios bisa kembali dimanfaatkan dan menarik masyarakat untuk bertransaksi,” ujar Wiwik.
Komisi C menilai terdapat dua persoalan utama yang harus segera dibenahi, yakni kondisi infrastruktur pasar yang membutuhkan revitalisasi serta pengelolaan retribusi yang belum tertib.
Selain pembenahan internal, DPRD juga mendorong inovasi eksternal. Pedagang pasar didorong untuk menguasai pemasaran melalui media sosial serta memanfaatkan transaksi digital guna meningkatkan daya saing.
Ketua Komisi C DPRD Jember, Ardi Pujo Prabowo, menyebut potensi PAD dari sektor pasar tradisional sebenarnya cukup besar dan bisa ditingkatkan secara signifikan.
“Potensi kita besar. Saat ini target PAD di dinas tersebut sekitar Rp7,8 miliar per tahun. Menurut kami, bisa ditingkatkan hingga dua kali lipat, mencapai sekitar Rp15 miliar. Salah satu caranya melalui pelatihan dan digitalisasi transaksi menggunakan QRIS, bekerja sama dengan Bank Jatim sebagai mitra pemerintah daerah,” jelas Ardi.
Ia menegaskan, pelatihan pedagang dan penerapan transaksi digital dapat segera dilakukan tanpa harus menunggu proses revitalisasi fisik selesai.
DPRD berharap melalui pembenahan menyeluruh, pasar tradisional di Jember tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang menjadi salah satu penopang utama PAD di masa mendatang.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
