REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Memasuki puncak musim hujan, petani di Kabupaten Jember mulai merasakan dampak serius pada produktivitas padi. Di Dusun Klanceng, Kecamatan Ajung, sejumlah petani mengaku hasil panen menurun akibat minimnya cahaya matahari dan lahan yang sering tergenang air.

Musim hujan yang berkepanjangan membuat proses pematangan padi berjalan lebih lambat. Jika biasanya petani mampu menghasilkan sekitar delapan kwintal per masa panen, kini produktivitas turun menjadi sekitar lima kwintal. Penurunan ini berimbas pada harga jual gabah yang ikut melemah sehingga pendapatan petani semakin tertekan.

Selain kurangnya sinar matahari, cuaca lembap juga memicu meningkatnya risiko serangan hama. Kondisi ini diperparah angin kencang yang kerap menyertai hujan, membuat batang padi rentan roboh dan menurunkan mutu panen.

Genangan air di area persawahan juga menjadi kendala tersendiri. Ketika akses menuju lahan terputus oleh genangan, proses perawatan dan pengawasan tanaman menjadi terhambat. Air yang mengendap terlalu lama dapat merusak akar dan mengganggu pembentukan malai.

Petani setempat, Suryono, menjelaskan bahwa musim hujan membawa sejumlah tantangan yang langsung menurunkan produktivitas padi.

“Kalau musim hujan, padi itu tidak bisa cepat tua karena kurang panas. Angin yang datang saat hujan juga sering membuat batangnya roboh. Genangan air yang tidak bisa mengalir karena selokan penuh membuat lahan tergenang lama, akhirnya hasil panen ikut menurun,” ujar Suryono.

Para petani berharap kondisi cuaca segera membaik agar produksi padi kembali normal pada musim tanam berikutnya.

Reporter: Tim Liputan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *