REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar pasar murah di Kabupaten Jember. Program ini digelar sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi.
Pasar murah tersebut berlangsung di kawasan Perumahan Kaliurang Green Garden, Kecamatan Sumbersari, Jember, Minggu (19/1/2026) siang. Ratusan warga tampak antusias memadati lokasi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Sejumlah bahan kebutuhan pokok dijual di bawah harga pasaran. Di antaranya telur ayam seharga Rp22 ribu per kilogram, gula pasir Rp14 ribu per kilogram, minyak goreng Rp13 ribu per liter, serta beras SPHP yang dibanderol Rp11 ribu per kilogram. Selain itu, Pemprov Jawa Timur juga melakukan intervensi terhadap komoditas penyumbang inflasi seperti daging ayam dan bawang merah dengan harga lebih murah dari pasaran.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir dan meninjau langsung kegiatan tersebut menegaskan, pasar murah bukan untuk menyaingi pasar tradisional, melainkan sebagai langkah stabilisasi harga dan pengendalian inflasi.
“Jadi sifatnya ini stabilisasi harga dan pengendalian inflasi, intervensi pasar. Ini akan terus diupayakan, apalagi menjelang Ramadan. Biasanya kebutuhan logistik keluarga meningkat, sehingga perlu dilakukan penetrasi pasar agar inflasi bisa terkendali dan harga tetap stabil serta terjangkau masyarakat,” ujar Khofifah.
Khofifah menambahkan, program pasar murah akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai daerah di Jawa Timur. Tidak hanya saat kunjungan gubernur, kegiatan serupa juga akan digelar melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
“Tahun kemarin ada 303 titik dan ini akan terus berjalan. Tidak harus saya yang datang, bisa wakil gubernur atau UPT Disperindag yang melaksanakan secara kontinyu,” jelasnya.
Salah seorang pengunjung, Sani, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia menilai harga dan kualitas bahan pokok yang dijual cukup baik.
“Murah, selisihnya sekitar Rp10 ribu. Rencananya beras ini buat sedekah. Saya memang sering beli di pasar murah, kualitas berasnya lumayan bagus. Harapannya kegiatan seperti ini sering diadakan karena sangat membantu masyarakat,” kata Sani.
Pemprov Jawa Timur berharap, melalui pasar murah yang digelar secara maraton sepanjang tahun 2026, stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok dapat terjaga, sehingga masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan dengan harga yang terjangkau.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
