REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Pascabanjir bandang yang menerjang wilayah Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, ratusan warga kini mengalami krisis air bersih. Kondisi ini terjadi akibat pipa saluran air dari sumber mata air rusak dan terputus setelah diterjang banjir bandang pada Senin malam.
Derasnya arus banjir yang bercampur material lumpur dan batu tidak hanya menjebol dam aliran Sungai Badean di Desa Pakis, tetapi juga menghancurkan pipa saluran air yang selama ini menjadi satu-satunya sumber air bersih bagi warga.
Akibat terputusnya saluran tersebut, warga kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Sebagian warga bahkan terpaksa mengambil air dari selokan untuk membersihkan sisa lumpur yang merendam rumah mereka.
Salah satu warga terdampak, Andai Dwi Hartanti, mengaku kesulitan mendapatkan air bersih sejak banjir terjadi.
“Kami kesusahan air bersih. Buat masak dan mandi tidak ada karena pipa putus kena banjir. Kalau untuk minum, sementara beli air,” ujarnya.
Untuk mengatasi krisis air bersih tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember melakukan pemasangan tandon air di tiga titik lokasi terdampak banjir bandang. Langkah ini dilakukan berdasarkan hasil asesmen petugas PMI di lapangan.
Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Ghufron Eviyan Efendy, menyebutkan terdapat sekitar seratus kepala keluarga yang terdampak langsung krisis air bersih.
“Hasil asesmen PMI Kabupaten Jember ada 100 kepala keluarga yang membutuhkan air bersih karena pipa saluran air terbawa arus sungai saat banjir. Oleh karena itu, PMI memasang tandon di tiga titik dan melakukan pengisian air menggunakan truk tangki,” jelasnya.
PMI Kabupaten Jember juga akan menyuplai sekitar lima ribu liter air bersih sebanyak dua kali setiap hari. Suplai air bersih tersebut akan terus dilakukan hingga saluran pipa air ke rumah-rumah warga kembali normal.
Reporter: Suyono
