REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Jember meminta Bupati Jember, Muhammad Fawait, untuk meninjau ulang program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku). Program tersebut dinilai perlu disesuaikan dengan kondisi efisiensi anggaran saat ini.
Ketua DPC PDIP Jember, Widarto, mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah pemerintah daerah dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui program tersebut.
Menurutnya, sejumlah layanan seperti administrasi kependudukan (adminduk) yang dilaksanakan di tingkat kecamatan justru terbukti lebih efektif dan efisien.
Namun demikian, Widarto menilai intensitas kegiatan yang melibatkan mobilisasi massa seperti Bunga Desaku perlu dievaluasi, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
“Kami mengapresiasi upaya pemerintah, seperti penyelesaian administrasi kependudukan di kecamatan yang jauh lebih efektif. Jadi menurut saya, yang perlu diperhatikan adalah intensitas kegiatan yang bisa ditunda di tengah situasi yang kurang baik. Bukan berarti program ini tidak baik, dan kami juga tidak melarang,” ujarnya.
Ia menegaskan, kedekatan antara kepala daerah dan masyarakat tetap penting. Bahkan, menurutnya, kegiatan turun langsung ke lapangan atau blusukan tetap perlu dilakukan.
“Bupati harus dekat dengan rakyat, blusukan itu boleh bahkan kami anjurkan. Tapi tidak harus dengan cara mengumpulkan massa dalam jumlah besar. Banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk tetap menjangkau masyarakat,” tambahnya.
Sebagai alternatif, PDIP Jember mengusulkan agar pemerintah daerah memaksimalkan kanal digital, seperti layanan pengaduan dan siaran langsung di media sosial, untuk menjaga komunikasi dengan masyarakat tanpa membebani anggaran.
PDIP berharap Pemerintah Kabupaten Jember dapat mempertimbangkan masukan tersebut secara bijak, agar setiap kebijakan yang diambil tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
