REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta Bupati Jember untuk mengevaluasi sejumlah sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai belum dikelola secara optimal. Evaluasi dianggap mendesak, mengingat target PAD tahun 2026 cukup ambisius, namun realisasi pendapatan tahun berjalan masih jauh dari harapan.
PKB menyoroti sektor pajak parkir yang dinilai rawan kebocoran. Dari target Rp1,7 miliar, hingga saat ini baru terealisasi sekitar Rp1,1 miliar. Ketua DPC PKB Jember, Ayub Junaidi, menilai capaian tersebut sangat rendah dan mendorong agar kebijakan parkir berlangganan kembali dihidupkan.
Selain parkir, PKB juga menyoroti pengelolaan aset daerah di kawasan Gunung Sadeng. Saat ini pendapatan dari wilayah tersebut hanya berkisar Rp15 miliar per tahun, padahal potensinya disebut mencapai Rp100 miliar.
Untuk memaksimalkan pendapatan dan mengurangi potensi penyalahgunaan aset, PKB mendorong Pemerintah Kabupaten Jember membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khusus, sehingga pengelolaan tambang lebih terarah dan tidak dikuasai pihak yang merugikan daerah.
Ketua DPC PKB Jember, Ayub Junaidi, menyatakan dukungan atas perhatian Bupati terhadap peningkatan pendapatan daerah.
“Saya sangat setuju dengan apa yang disampaikan Bupati, bahwa mindset beliau berbeda. Kalau dulu fokusnya lebih banyak mengawasi sisi belanja, sekarang bukan hanya belanja yang harus diawasi, tetapi sisi pendapatan juga harus diperkuat. Melihat potensi PAD Jember yang besar, sudah selayaknya pendapatan daerah meningkat signifikan,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
PKB menegaskan bahwa evaluasi sumber PAD wajib dilakukan segera untuk memastikan target tahun 2026 dapat tercapai.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
