REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Politeknik Negeri Jember (POLIJE) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong daya saing produk lokal dengan memfasilitasi ekspor produk UMKM unggulan Kabupaten Jember ke pasar internasional, khususnya Eropa dan Amerika. Pelepasan ekspor tersebut digelar di Auditorium Vokasi POLIJE, Senin (15/12/2025).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara POLIJE, pelaku UMKM, Bea Cukai Jember, serta Balai Karantina, sebagai upaya memperluas akses pasar global bagi produk lokal Jember sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Salah satu UMKM yang berhasil menembus pasar luar negeri adalah Elisa Rainbow, milik Elisa Handayani. Produk aksesori buatan tangan berupa gelang, anting, kalung, dan anklet berbahan kristal serta batu alam diekspor ke Prancis dengan nilai mencapai Rp80 juta.

Elisa Handayani mengaku bersyukur atas pendampingan dan kolaborasi yang terjalin, terutama dari POLIJE, sehingga pelaku UMKM memperoleh pemahaman terkait bisnis internasional.

“Produk kami berupa gelang, anting, kalung, dan juga anklet atau gelang kaki. Kami punya sedikit ilmu, jadi harus di-sharing. Kami juga berterima kasih kepada POLIJE karena sudah mengundang kami untuk sharing tentang bisnis internasional,” ujar Elisa.

Ia menjelaskan bahwa produk yang diekspor merupakan gelang kristal dan gelang batu dengan tujuan Prancis.

“Barang yang diekspor itu gelang kristal dan gelang batu, tujuannya ke Prancis, nilainya delapan puluh juta rupiah. Harapannya ke depan order bisa terus berlanjut sehingga kami bisa lebih banyak membantu masyarakat sekitar,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Bea Cukai Jember Darmawan Tri Prasetya menyampaikan bahwa pendampingan ekspor dilakukan secara menyeluruh, mulai dari inventarisasi UMKM, pemetaan potensi ekspor, hingga pemenuhan regulasi negara tujuan.

“Kami selama ini sudah banyak berkolaborasi, mulai dari pemerintah daerah, POLIJE, UNEJ, dan berbagai pihak lainnya. Kami berusaha menginventarisasi UMKM di Kabupaten Jember, kemudian menggali apakah mereka memiliki potensi ekspor atau tidak. Jika memiliki potensi, akan kami lakukan pendampingan karena setiap negara memiliki regulasi ekspor yang berbeda,” jelas Darmawan.

Direktur Politeknik Negeri Jember Saiful Anwar menegaskan bahwa pelepasan ekspor ini merupakan aktualisasi kolaborasi lintas sektor dalam mendukung UMKM berorientasi ekspor.

“Kegiatan ini merupakan aktualisasi kolaborasi antara POLIJE, UMKM, serta instansi yang memberikan layanan luar biasa terhadap UMKM skala ekspor, di antaranya Bea Cukai dan Balai Karantina. Masing-masing instansi memberikan kemudahan secara maksimal tanpa mengurangi kualitas asesmen,” ungkap Saiful.

Ia menambahkan, keberhasilan ekspor ini juga merupakan hasil kolaborasi jurusan bisnis di POLIJE, khususnya Program Sarjana Manajemen Pemasaran Internasional, yang bersinergi dengan UMKM ekspor dan mendapat dukungan dari Bea Cukai serta Balai Karantina.

Ke depan, POLIJE bersama instansi terkait berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan berkelanjutan agar semakin banyak produk UMKM Jember mampu menembus pasar global dan berkembang secara berkelanjutan.

Reporter: Anas H
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *