REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Ratusan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti seleksi bakat tari tingkat nasional yang digelar di Jember, Kamis (15/1/2025). Ajang ini menjadi wadah penyaringan talenta seni tari terbaik untuk melaju ke babak grand final nasional yang akan berlangsung di Jakarta.
Seleksi tari nasional tersebut digelar di salah satu pusat perbelanjaan di Kecamatan Kaliwates, Jember, Rabu sore. Para peserta menampilkan beragam koreografi dengan memadukan unsur tari tradisional dan modern.
Kelincahan gerak, kekompakan tim, serta penghayatan menjadi fokus utama penilaian dewan juri dalam menentukan peserta terbaik. Sebanyak 14 kontestan, terdiri atas 10 tim tingkat SMA/SMK dan 4 tim perguruan tinggi dari berbagai daerah di Jawa Timur, bersaing untuk memperebutkan tiket menuju babak final sekaligus mewakili Jawa Timur di tingkat nasional.
Berdasarkan hasil penilaian, juara pertama kategori SMA/SMK diraih oleh SMAN 2 Pare, Kabupaten Kediri. Sementara itu, kategori perguruan tinggi dimenangkan oleh Universitas Negeri Malang.
Salah satu perwakilan peserta dari SMAN 2 Pare, Fathurohman Hidayat, mengaku tidak menyangka timnya berhasil meraih juara pertama. Ia menjelaskan timnya menampilkan dua tarian dengan konsep tradisi daerah asal.
“Kami tadi menampilkan dua tarian. Yang pertama tarian dengan lagu wajib Iforte, dan yang kedua dengan lagu bebas. Untuk tarian pertama, kami membawakan tradisi dari Kabupaten Kediri, yaitu kesenian Tiban. Sedangkan tarian terakhir mengangkat cerita rakyat khas Kediri, Totok Kerot,” ujar Fathurohman.
Ia menambahkan, persiapan yang dilakukan tergolong singkat.
“Kami latihan sekitar dua minggu saja, dan untuk tampil hari ini persiapannya kurang lebih satu minggu. Pastinya senang sekali dan tidak menyangka. Tadi waktu diumumkan juara satu, kami sampai freeze, seperti tidak percaya kalau kami menang,” katanya.
Sementara itu, perwakilan penyelenggara, Victor Sihombing, mengatakan ajang National Dance Competition ini bertujuan memberikan ruang berekspresi bagi pelajar dan mahasiswa sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Nusantara.
“Event ini sebenarnya untuk memberikan kesempatan kepada adik-adik pelajar maupun mahasiswa agar lebih mencintai budaya melalui karya seni tari. Ini menjadi peluang mereka untuk berekspresi, mengeksplorasi, sekaligus menjalin hubungan dengan teman-temannya,” ujarnya.
Victor mengungkapkan antusiasme peserta cukup tinggi. Dari 39 tim yang mendaftar, hanya 17 tim yang terpilih untuk tampil di babak seleksi ini.
“Ini luar biasa, karena banyak peserta yang membawakan nuansa tradisi. Mulai dari tarian, kostum, hingga lagu-lagu yang digunakan sangat kental dengan unsur budaya,” tambahnya.
Ajang seleksi tari nasional ini diharapkan mampu menjadi ruang penjaringan talenta seni tari sekaligus mendorong generasi muda untuk terus berkarya dan melestarikan budaya Nusantara.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
