REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Sekolah Perempuan Jember menggelar edukasi pencegahan perundungan (bullying) dan pelecehan seksual bagi ratusan siswa SD Negeri Jatian 03, Kecamatan Pakusari, Selasa pagi. Kegiatan ini menyasar siswa kelas 1 hingga 6 dan dibagi menjadi dua sesi agar penyampaian materi lebih efektif.
Materi edukasi yang diberikan mencakup pengenalan perilaku bullying, dampaknya, serta cara melindungi diri dari tindakan pelecehan seksual. Salah satu yang ditekankan adalah pemahaman mengenai bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain. Seluruh rangkaian edukasi dikemas secara ramah anak melalui gambar, permainan, dan interaksi langsung sehingga lebih mudah diserap oleh siswa.
Kepala SD Negeri Jatian 03, Evi Puspita Wijayanti, mengapresiasi inisiatif Sekolah Perempuan Jember yang memberikan pemahaman penting bagi peserta didik sejak dini.
“Anak-anak sangat antusias dan kegiatan ini interaktif sekali. Ini menjadi awal mula bagi kami untuk mencegah tindakan bullying. Tadi juga ada edukasi tentang bagaimana anak-anak menjaga diri dari pelecehan seksual dan perundungan di sekitar sekolah maupun lingkungan keluarga. Anak-anak bahkan bisa sharing ketika mengalami kejadian yang berkaitan dengan bullying atau pelecehan,” ujar Evi.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Perempuan Jember, Selvira Meiseisar, menyampaikan bahwa respon siswa dan pihak sekolah sangat positif.
“Hari ini Sekolah Perempuan Jember mengunjungi SDN Jatian 03. Alhamdulillah, respon dari sekolah dan para siswa sangat baik. Kami membagi kegiatan menjadi dua sesi, kelas 1–3 dan 4–6. Di sini kami berbagi ilmu, bermain bersama, dan meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap kasus-kasus bullying maupun pelecehan seksual yang masih sering terjadi. Kami mengajarkan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh dan apa itu bullying, termasuk apa yang mereka alami sehari-hari,” jelas Selvira.
Ia berharap edukasi tersebut dapat menanamkan pola pikir yang sehat dan berani bagi anak-anak, agar mereka mampu melindungi diri serta menghormati sesama.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya preventif untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas kekerasan bagi anak usia dini.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
