REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember sejak Kamis (13/2/2026) siang hingga malam menyebabkan tanggul Sungai Bedadung di Dusun Paseban, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, jebol.
Akibatnya, ratusan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air rata-rata sekitar 50 sentimeter. Bahkan di sejumlah titik, ketinggian air dilaporkan mencapai satu meter hingga membuat warga terjebak di dalam rumah.
Relawan bersama aparat setempat langsung melakukan evakuasi pada Jumat dini hari. Warga terdampak dievakuasi menggunakan truk dan ambulans desa ke tempat yang lebih aman, termasuk ke Masjid Al Ikhlas.
Salah satu warga, Achmad, mengatakan banjir datang cukup cepat dan memaksa keluarganya mengungsi.
“Banjirnya lumayan besar, kira-kira sekitar 40 sentimeter. Warga mengungsi di Masjid Al Ikhlas. Keluarga saya ada enam orang,” ujarnya.
Warga lainnya, Azizah, mengaku khawatir karena debit air terus naik pada malam hari.
“Airnya naik mulai sekitar jam 10 malam. Katanya tanggul jebol sekitar jam 6 sore. Tadi tingginya sampai sedada di Paseban. Banyak sekali yang mengungsi. Keluarga saya tujuh orang, dari mertua ada empat,” katanya.
Kepala Desa Rowotamtu, Zaenuri, menyebut hampir seluruh warga Dusun Paseban terdampak banjir.
“Seluruh Dusun Paseban terdampak, sekitar 150 kepala keluarga atau kurang lebih 1.400 jiwa. Karena lokasinya dekat dengan Dam Rowotamtu, ada dua titik tanggul yang jebol. Titik yang lebih parah berada di sini sehingga air meluber. Hampir semuanya terdampak dan sejak sore warga sudah dievakuasi ke masjid oleh tim PMI dan ambulans desa,” jelasnya.
Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mencatat, jumlah warga terdampak banjir di Kecamatan Rambipuji mencapai sekitar 3.210 kepala keluarga. Wilayah terdampak meliputi Desa Rambipuji serta sejumlah dusun di Desa Rowotamtu, Nogosari, dan Curahmalang.
Hingga kini, petugas gabungan masih melakukan pendataan serta membantu proses evakuasi warga yang terdampak banjir.
Reporter: Suyono
