REDAKSIFTV.COM, JEMBER — Menjamurnya layanan ojek online memberi kemudahan besar bagi masyarakat. Namun di balik kenyamanan tersebut, ada kisah pilu para ojek pengkolan yang kini semakin kehilangan mata pencaharian. Di Jember, sejumlah pengemudi mengaku pendapatan mereka terus merosot tajam.

Kondisi serupa tampak di kawasan Pasar Gebang, Kecamatan Patrang, Jember. Para pengemudi ojek pangkalan hanya bisa duduk di atas motor tuanya sambil menunggu penumpang yang tak lagi sebanyak dulu. Hari-hari yang dahulu ramai kini berubah menjadi sepi.

Para ojek pengkolan menyebut penghasilan mereka anjlok drastis sejak hadirnya layanan ojek online yang lebih mudah diakses masyarakat. Jika dulu mereka dapat memperoleh sekitar Rp100 ribu per hari, kini untuk mendapatkan Rp40–50 ribu saja sudah sangat sulit.

Salah satu pengemudi ojek pengkolan, Seger, mengungkapkan betapa beratnya kondisi yang mereka hadapi.

“Kalau dulu pendapatannya ya bisa seratus ribu lebih.
Kalau sekarang empat puluh, lima puluh ribu saja sudah susah,” ujarnya.

Di tengah persaingan yang tidak seimbang ini, para pengemudi hanya bisa berharap adanya solusi dan perhatian dari pemerintah agar ojek pengkolan tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Reporter: Tim Liputan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *