REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Perum Bulog Cabang Jember memastikan ketersediaan pasokan beras di wilayah Jember aman dan mencukupi selama bulan Ramadan hingga Lebaran. Bahkan, stok beras yang ada diproyeksikan masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tahun 2027.

Kepala Perum Bulog Cabang Jember, Muhammad Ade Saputra, mengatakan saat ini total stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Jember mencapai sekitar 82 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai sangat aman untuk menghadapi momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk Ramadan dan Idulfitri.

“Stok kami saat ini bisa dikategorikan relatif sangat aman. Beras yang ada di gudang sebanyak 82.000 ton, sehingga untuk kegiatan HBKN sudah dipastikan aman sampai tahun depan,” ujar Ade.

Ade menegaskan, seluruh pasokan beras Bulog Jember merupakan hasil serapan petani lokal, tanpa ketergantungan pada beras impor. Beras yang digunakan berasal dari hasil panen petani pada tahun 2025.

“Kami menggunakan beras DM atau beras hasil serapan petani di tahun 2025. Seluruh stok Bulog Jember 100 persen berasal dari petani lokal,” jelasnya.

Menjelang Ramadan, Ade mengakui biasanya terjadi kenaikan harga beras di pasaran. Namun, hingga saat ini kondisi harga masih tergolong stabil dan terukur.

“Kalau mendekati Ramadan, biasanya memang ada kenaikan harga. Tapi masih bisa diukur. Sampai hari ini harga beras premium di pasaran, seperti di Pasar Tanjung dan Pasar Patrang, masih di kisaran Rp13.300 sampai Rp13.500 per kilogram untuk beras medium,” ungkapnya.

Selain menjaga ketersediaan stok, Bulog Jember juga melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menekan lonjakan harga beras, di antaranya dengan koordinasi bersama pemerintah daerah serta menggelar operasi pasar murah.

Dengan pasokan beras yang memadai, Bulog berharap stabilitas harga dan ketersediaan beras di Jember dapat tetap terjaga selama Ramadan dan Lebaran tahun ini.

Reporter: Anas H
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *