REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Banjir bandang yang menerjang Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, meninggalkan trauma mendalam bagi sejumlah warga. Hingga kini, sebagian warga masih diliputi rasa takut dan cemas, terutama saat malam hari, sehingga memilih mengungsi ke rumah kerabat.

Salah satu warga terdampak, Yulianti, mengaku masih mengalami ketakutan sejak banjir bandang terjadi pada Senin malam lalu. Ia menceritakan, banjir datang secara tiba-tiba setelah menerima telepon dari keluarganya yang tinggal di wilayah hulu desa.

“Katanya banyak kayu besar terbawa arus. Saya takut mau lihat ke belakang, ternyata bapak sudah lihat duluan dan barang-barang di rumah hampir semuanya terbawa air,” ujar Yulianti saat ditemui, Rabu (4/2/2026).

Tak berselang lama, air sungai berwarna hitam pekat masuk ke dalam rumah dengan arus deras, membawa material kayu dan lumpur. Meski ketinggian air hanya mencapai sebatas betis orang dewasa, derasnya arus membuat warga panik dan berhamburan menyelamatkan diri.

Yulianti menambahkan, saat air sempat surut diduga karena adanya sumbatan di aliran sungai. Namun kondisi kembali memburuk hingga menyebabkan rumah di sekitarnya roboh.

“Sekitar pukul tujuh lewat, rumah yang di sini sudah roboh. Semua orang yang melihat langsung lari ketakutan, termasuk saya. Akhirnya langsung mengungsi,” tuturnya.

Hingga kini, sejumlah warga Desa Pakis masih bertahan di tempat pengungsian karena khawatir terjadi banjir susulan. Selain kerusakan fisik pada rumah, dampak psikologis juga dirasakan puluhan kepala keluarga, termasuk warga yang tidak terdampak langsung namun tinggal di sekitar bantaran sungai.

Meski demikian, sebagian warga mengaku belum bersedia direlokasi karena keterikatan dengan tanah kelahiran mereka. Warga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi serta perbaikan aliran sungai agar rasa aman dapat kembali dirasakan.

Reporter: Anas H
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *