REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember merespons kondisi memprihatinkan yang dialami sejumlah siswa sekolah dasar dan taman kanak-kanak yang terpaksa menyeberangi sungai menggunakan rakit akibat jembatan putus.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, setelah jembatan gantung penghubung antarwilayah terputus diterjang banjir bandang. Akibatnya, para siswa harus bertaruh nyawa menyeberangi Sungai Bedadung menggunakan rakit bambu demi bisa berangkat ke sekolah.
Warga setempat terpaksa membuat rakit secara swadaya karena jalur alternatif yang tersedia harus memutar sejauh kurang lebih 10 kilometer. Kondisi ini pun mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Penjabat Sekretaris Daerah Jember, Akhmad Helmi Luqman, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengusulkan perbaikan jembatan tersebut kepada pemerintah provinsi maupun pusat.
“Kami juga ikut prihatin melihat kemarin ada beberapa anak yang harus naik rakit. Sebenarnya perbaikan jembatan itu sudah kami usulkan ke pemerintah pusat dan provinsi. Dari pihak provinsi juga akan segera menindaklanjuti untuk perbaikan di wilayah Jubung, Kecamatan Sukorambi,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses pembangunan akan dilakukan setelah tahap perencanaan selesai. Sementara itu, untuk menjamin keselamatan para siswa, Pemkab Jember akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan guna menyediakan layanan antar-jemput.
“Nantinya setelah perencanaan selesai akan dilaksanakan pembangunan. Sementara jika dibutuhkan, untuk antar-jemput siswa akan kami koordinasikan dengan Dinas Perhubungan dan akan kami siapkan armadanya,” tambahnya.
Pemerintah berharap perbaikan jembatan dapat segera direalisasikan, mengingat jalur tersebut merupakan akses utama bagi aktivitas pendidikan dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Sukorambi dan sekitarnya.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
