REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Jember Fashion Carnaval (JFC) kembali digelar pada tahun 2026 dalam perhelatan ke-24. Karnaval bertaraf internasional ini mengusung tema “HEAL”, akronim dari Humanity, Earth, and Life, sebagai seruan kepedulian terhadap kondisi bumi yang membutuhkan pemulihan.

Peluncuran JFC ke-24 diawali dengan malam premiere yang digelar di salah satu restoran di Kecamatan Kaliwates, Jember, Sabtu malam.

Tema “HEAL” tahun ini akan menghadirkan narasi perjalanan Dewi Bumi dalam upayanya memulihkan kesehatan bumi. Konsep tersebut dikemas dalam rangkaian pertunjukan yang diharapkan mampu menyentuh para penonton.

Sebanyak delapan defile disiapkan untuk memeriahkan runway sepanjang 3,6 kilometer, yakni Gaia, Roots, Noise, Conscience, Rebirth, Pandemic, White Guardian, dan Sanctuary.

Selain Grand Carnival, JFC 2026 juga menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung seperti World Kids Carnival, Pets Carnival, serta Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI).

Presiden JFC, Budi Setiawan, menyebut bahwa perhelatan tahun ini menekankan kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem yang kuat.

“Kolaborasi ini semakin kuat antara pemerintah, media, dan teman-teman di instansi maupun korporasi. Kita berbicara tentang menciptakan perjalanan lintas generasi, sebuah rencana besar untuk menjadikan Jember sebagai kota yang hebat dan menarik untuk dikunjungi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tema “HEAL” memiliki makna kesembuhan sekaligus refleksi kondisi bumi saat ini.

“Tema ini merupakan gabungan dari humanity, earth, dan life. Saat ini bumi tidak sedang baik-baik saja, bumi sedang sakit dan membutuhkan kesembuhan. Karena itu, HEAL akan membangun narasi tentang perjalanan Dewi Bumi untuk kembali menjadi sehat,” tambahnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Jember menaruh harapan besar terhadap penyelenggaraan JFC tahun ini sebagai penggerak ekonomi daerah.

Kepala Disporabudpar Jember, Bobby Arie Sandy, mengatakan pihaknya menargetkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan serta dampak ekonomi yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya.

“Harapan kami jumlah kunjungan lebih banyak dari tahun lalu sehingga memberikan multiplier effect. Kami juga bekerja sama dengan biro perjalanan wisata agar wisatawan tidak hanya menikmati JFC, tetapi juga mengunjungi destinasi wisata lainnya di Jember,” jelasnya.

Ia menambahkan, JFC memiliki daya tarik karena selalu menghadirkan konsep berbeda setiap tahun.

“Setiap tahun JFC selalu berubah, itu yang menjadi daya tarik. Harapannya, dampak ekonomi bisa lebih besar dari tahun lalu, bahkan melampaui sekitar Rp120 miliar,” ungkapnya.

Rangkaian Jember Fashion Carnaval ke-24 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 24 hingga 26 Juli 2026.

Reporter: Anas H
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *