REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Ratusan hektar tanaman padi siap panen di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, mengering akibat serangan hama kepinding tanah dan wereng cokelat. Kondisi ini membuat petani terancam merugi karena hasil panen menurun drastis, bahkan sebagian lahan terancam gagal panen.

Lahan persawahan yang seharusnya memasuki masa panen dalam sepekan ke depan kini dipenuhi tanaman padi menguning hingga mati. Serangan hama menyebabkan bulir padi tidak terisi atau gabuk, sehingga produksi merosot tajam.

Petani setempat, Mulyadi, mengatakan serangan hama sudah terlihat dari gejala kerusakan tanaman di lapangan.

“Dari gejala dan hasil pemeriksaan, tanaman ini terserang kepinding tanah. Ada juga dugaan jamur atau bakteri. Dampaknya padi bisa busuk, kering, lalu mati dan tidak menghasilkan bulir. Upaya pengendalian sudah dilakukan, sebagian teratasi, tapi tidak sampai 100 persen. Ada juga yang tidak bisa diselamatkan,” ujarnya.

Hama kepinding tanah (Scotinophara coarctata) dikenal menyerang batang dan pelepah padi dengan cara mengisap cairan tanaman. Akibatnya, tanaman menunjukkan gejala kuning kemerahan seperti terbakar, menjadi kerdil, hingga akhirnya mati. Selain itu, petani juga menghadapi serangan wereng cokelat yang mempercepat proses pengeringan tanaman.

Ketua Kelompok Tani Jubung Jaya, Marzuki, menyebut serangan hama terjadi cukup luas pada musim tanam kali ini.

“Musim ini sekitar 50 persen terdampak. Hama utamanya kepinding, kemudian wereng, dan juga ada serangan tikus. Luas sawah di Jubung sekitar 230 hektar, yang terdampak kurang lebih 100 hektar. Selain hama, faktor cuaca juga memengaruhi. Kerugiannya lumayan, bisa jadi modal tidak kembali,” jelasnya.

Menurut Marzuki, rata-rata biaya produksi per hektar mencapai sekitar Rp15 juta. Dengan penurunan hasil panen yang diperkirakan hingga 50 persen, bahkan berpotensi gagal panen, banyak petani terancam tidak mampu menutup biaya produksi.

Petani berharap adanya perhatian dan langkah pengendalian lebih lanjut agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian bisa ditekan.

Reporter: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *