REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Jember, Jawa Timur, mendapat laporan kebakaran palsu dari orang tak dikenal, Selasa (14/4/2026). Akibat laporan tersebut, dua unit mobil damkar sempat diterjunkan ke lokasi.
Namun, setibanya di lokasi yang dimaksud, petugas tidak menemukan adanya peristiwa kebakaran seperti yang dilaporkan.
Kejadian bermula saat operator Damkarmat Jember menerima laporan kebakaran hebat di Desa Klatakan, Kecamatan Tanggul, melalui aplikasi pesan singkat. Pelapor bahkan menyertakan foto kobaran api untuk meyakinkan petugas.
Merespons laporan tersebut, petugas langsung bergerak cepat dengan menerjunkan dua armada pemadam. Mereka juga harus berjibaku menerobos padatnya arus lalu lintas demi segera tiba di lokasi.
Sayangnya, setelah dilakukan pengecekan di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kebakaran. Laporan tersebut kemudian diketahui sebagai laporan fiktif yang diduga dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Komandan Regu Damkarmat Jember, Dwi Atmoko, menjelaskan bahwa pihaknya sempat mengalami kebingungan terkait lokasi kejadian.
“Kami awalnya meluncur ke lokasi pertama, lalu mengira ada dua tempat dengan nama yang sama, sehingga berpindah ke lokasi kedua di kawasan Tanggul. Setelah kami cek bersama petugas UPT Rambipuji, ternyata di lokasi juga tidak ada apa-apa. Saat kami hubungi, nomor pelapor sudah tidak aktif,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menelusuri identitas pelapor.
“Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian. Berdasarkan hasil sementara, nomor pelapor terdeteksi berada di luar wilayah Jember, namun foto akun WhatsApp yang digunakan diduga diambil di wilayah Jember,” tambahnya.
Pihak Damkarmat Jember mengimbau masyarakat agar tidak main-main dalam memberikan laporan darurat. Selain membuang waktu dan sumber daya, tindakan tersebut juga berisiko membahayakan keselamatan petugas di lapangan.
Reporter: Suyono
