REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Putusnya jembatan akibat banjir membuat sejumlah siswa di Kabupaten Jember, Jawa Timur, harus bertaruh nyawa demi bisa berangkat ke sekolah. Mereka terpaksa menyeberangi Sungai Bedadung yang berarus deras menggunakan rakit sederhana.
Dua bulan pasca banjir bandang, jembatan penghubung antar kecamatan di Dusun Darungan, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, hingga kini belum juga diperbaiki. Akibatnya, akses utama warga terputus dan menghambat aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan belajar siswa.
Kondisi ini memaksa sejumlah siswa sekolah dasar hingga taman kanak-kanak harus menyeberangi sungai setiap hari. Pada Selasa (14/4/2026) pagi, sedikitnya enam siswa SDN Jubung 02 bersama anak-anak TK terlihat bergantian menaiki rakit untuk menyeberang.
Rakit tersebut merupakan hasil swadaya warga sebagai solusi darurat sejak jembatan gantung putus diterjang banjir. Meski berisiko karena arus sungai cukup deras, para orang tua tetap mendampingi anak-anak mereka agar bisa tetap bersekolah.
Selain faktor keselamatan, jarak tempuh juga menjadi kendala. Jika harus memutar, warga perlu menempuh perjalanan hingga sekitar 10 kilometer.
Salah satu warga, Muhammad Soleh, mengaku terpaksa membuat rakit demi mengantar anak-anak ke sekolah.
“Saya sengaja membuat rakit ini untuk mengantar anak saya, anak saudara, dan anak tetangga sekolah. Kalau tidak sekolah, kasihan. Sebenarnya ada jembatan yang dekat, tapi karena putus, jadi harus memutar jauh, sekitar 10 kilometer,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut karena menjadi akses penting, tidak hanya untuk pendidikan, tetapi juga untuk aktivitas perekonomian masyarakat di Kecamatan Sukorambi dan Ajung.
Reporter: Suyono
