REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Sampah plastik yang selama ini sulit terurai kini berhasil diubah menjadi bahan bakar minyak (BBM) oleh sekelompok pemuda di Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Inovasi ini memanfaatkan teknologi pirolisis untuk menghasilkan solar hingga bensin sebagai alternatif energi.

Di Dusun Gayasan, Desa Jenggawah, tumpukan sampah plastik kini memiliki nilai ekonomis. Melalui kelompok bernama Gayasan Squad, limbah plastik diolah menjadi sumber energi baru yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Proses pengolahan dilakukan dengan metode pirolisis, yakni membakar sampah plastik kering dalam drum tertutup dengan suhu mencapai sekitar 550 derajat Celsius. Dari proses tersebut, setiap 10 kilogram plastik dapat menghasilkan sekitar 9 liter minyak mentah.

Setelah melalui proses penyulingan, minyak tersebut terbagi menjadi sekitar 60 persen solar, 15 persen bensin, serta sisanya berupa minyak tanah dan gas.

Pencetus inovasi, Ahmad Syaifuddin, menyebut kualitas BBM yang dihasilkan cukup tinggi, meski belum melalui uji laboratorium resmi.

“Untuk bensin dari sampah plastik ini, angka oktannya sekitar 92,5 hingga 100. Memang saya pribadi belum melakukan uji laboratorium, tapi secara umum kualitasnya mendekati karena bahan bakunya sama dari plastik,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa proses pirolisis tidak hanya menghasilkan BBM, tetapi juga residu berupa karbon yang memiliki nilai guna lain.

“Dari proses ini juga dihasilkan karbon yang bisa dimanfaatkan menjadi berbagai produk, seperti briket, paving, hingga kerajinan seperti asbak. Jadi banyak produk turunan yang bisa dikembangkan,” tambahnya.

Saat ini, BBM hasil olahan tersebut masih dimanfaatkan untuk kebutuhan warga sekitar, seperti mengoperasikan mesin diesel pertanian dan pompa air. Sementara itu, fokus utama para pemuda ini adalah mengurangi limbah plastik sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan di tingkat lokal.

Mereka berharap inovasi ini dapat menjadi solusi pengelolaan sampah di Jember, sekaligus membuka peluang pengembangan energi alternatif yang ramah lingkungan.

Reporter: Anas H
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *